Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Kementerian Pariwisata, Wawan Gunawan menjelaskan, Festival Budaya Malamoi akan menampilkan sejumlah atraksi dan kegiatan.
Pertama adalah lomba tari etni atau adat Suku Moi. Dalam pentas budaya ini akan ditampilkan sejumlah tari etnik/adat suku Moi yang diperlombakan guna memperkenalkan dan mensosialisasikan dalam konteks pelestarian budaya.
Selain tari Alen, juga akan dilombakan tari lainnya seperti tari Sasra, Tari Kaingkla serta yang tidak kelah menarik adalah tari Saafo, tari Fifi, tari Kalintuk, tari Kalemklok Kla dan tari Fotobem yang sama-sama memiliki pesona etnik yang sakral.
Dalam kegiatan ini juga akan digelar pentas paduan suara, folks song dan vokal grup, Pameran Kreatif dan Kuliner Masyarakat Moi dan lomba fotografi.
Selain itu, sebagai bagian dari rangkaian acara juga ada Malamoi Go Green yang akan berlangsung pada 13 Oktober, Bersih-Bersih Tanah Leluhur pada 21 Oktober serta Long March for Change.
Long March for Change ini adalah tema yang diusung untuk memberikan kesan perjuangan yang menghiasi perjalanan panjang Suku Besar Malamoi ke arah perubahan yang semakin terarah.
Setelah penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan Festival ini dapat memicu pengembangan sejumlah objek wisata lain, seperti Wisata Manggrove, Wisata Hutan Lindung, Wisata Bawa Laut dan Wisata Kuliner.
Berikan Komentar
Lampung Timur
800
Lampung Selatan
1411
Kominfo Lampung
1411
8435
28-Mar-2026
312
19-Mar-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia