Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Gubernur Mirza Ajak ISPI Lampung Wujudkan Lampung Jadi Lumbung Pangan dan Ternak Nasional
Lampungpro.co, 10-May-2026

Febri 301

Share

Gubernur Lampung Bersama ISPI Lampung | Lampungpro.co/Dok Kominfo

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengajak Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) menjadi mitra strategis pemerintah, dalam mewujudkan Lampung sebagai lumbung pangan dan lumbung ternak nasional, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pemenuhan protein hewani masyarakat.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, Lampung saat ini memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan, yang dapat menjadi kekuatan utama pembangunan daerah.

"Lampung memiliki basis pertanian yang sangat kuat untuk mendukung pengembangan peternakan. Produksi padi mencapai 3,25 juta ton gabah kering giling (GKG) dan terus meningkat, jagung sekitar 1,7 juta ton atau terbesar keenam nasional, serta ubi kayu mencapai 7,5 juta ton. Semua itu menjadi bahan baku potensial untuk pakan ternak," kata Rahmat Mirzani Djausal.

Selain itu, Lampung juga memiliki kontribusi besar terhadap sektor peternakan nasional. Untuk komoditas sapi potong, Lampung berada di peringkat keempat nasional, kambing peringkat ketiga, ayam pedaging peringkat kesembilan, dan ayam petelur peringkat kesepuluh nasional.

Menurut Mirza, capaian tersebut harus menjadi dasar untuk memperkuat hilirisasi sektor pertanian dan peternakan, agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

"Pertanian dan peternakan tidak boleh lagi hanya menjadi sektor penghasil bahan mentah. Sektor ini harus menjadi sumber industrialisasi daerah, membuka lapangan kerja, dan menghadirkan kesejahteraan bagi petani, peternak, serta masyarakat desa," ujar Rahmat Mirzani Djausal.

Gubernur Lampung juga menyoroti pentingnya peningkatan konsumsi protein hewani masyarakat, sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.

Oleh karenanya, hilirisasi peternakan sangat penting untuk memperkuat pasokan protein, menjaga harga tetap terjangkau, sekaligus mendukung program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memiliki Program Desaku Maju, untuk memperkuat ekosistem ekonomi desa melalui peningkatan produktivitas, pelatihan vokasi, hilirisasi hasil pertanian, serta pembangunan infrastruktur desa.

"Kami ingin membangun desa-desa yang kuat secara ekonomi. Kelembagaan desa seperti koperasi dan BUMDes harus diperkuat, sementara produksi dan produktivitas pertanian terus ditingkatkan, dengan semangat kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan," sebut Rahmat Mirzani Djausal.

Untuk itu, Mirza mengajak ISPI Lampung untuk mengambil peran aktif dalam pengembangan sektor peternakan di daerah. Menurutnya, ISPI harus menjadi mitra ilmiah pemerintah daerah, membantu pemetaan potensi ternak dan kebutuhan pakan, serta mendampingi peternak dalam teknologi budidaya dan pengolahan.

Sementara itu, Ketua Umum PB ISPI, Audy Joinaldy mengungkapkan, Lampung merupakan salah satu daerah penopang kebutuhan pangan hewani di Pulau Sumatera dan Jawa. ISPI pun siap mendukung program Pemprov Lampung, khususnya di sektor peternakan dan ketahanan pangan.

"ISPI adalah pejuang protein hewani. Kami siap mendukung program Gubernur Lampung, dan memberikan masukan serta pendampingan kepada pemerintah, dalam pengembangan sektor peternakan," ungkap Audy Joinaldy.

Sementara itu, Ketua PW ISPI Lampung, Aris Susanto menjelaskan, sektor peternakan ke depan akan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, tekanan lingkungan, hingga kebutuhan pakan yang harus disiapkan.

Menurutnya, peran insinyur peternakan sangat penting untuk menghadirkan inovasi dalam sistem budidaya, maupun pengolahan hasil peternakan.

"Kami meyakini, hilirisasi merupakan keniscayaan yang harus dilakukan untuk menopang ketahanan pangan. Saat ini, produksi unggas Lampung, baik telur maupun ayam pedaging sudah surplus, dan mampy menyuplai berbagai daerah penyangga hingga ibu kota," jelas Aris Susanto.

Aris pun berharap, seluruh organisasi profesi dan pemangku kepentingan dapat bersinergi membangun ekosistem hilirisasi peternakan yang kuat, agar mampu memenuhi kebutuhan pangan daerah maupun nasional. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved