Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Gubernur Mirza Tekankan KDKMP Jadi Instrumen Penguatan Ekonomi Desa
Lampungpro.co, 04-Sep-2026

Adi 307

Share

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal | Lampungpro.co

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) harus menjadi instrumen untuk meningkatkan nilai tambah potensi ekonomi sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat desa.

Hal itu disampaikan Rahmat Mirzani saat menghadiri Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Provinsi Lampung yang digelar di Aula Semergou, Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026).

Seminar tersebut merupakan kolaborasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Koperasi, serta Asosiasi Desa Seluruh Indonesia. Kegiatan dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, serta jajaran Forkopimda Lampung dan Bandar Lampung.

Menurut Gubernur Mirza, KDKMP penting untuk mengubah pola ekonomi desa yang selama ini lebih banyak menjual hasil produksi dalam bentuk bahan mentah. Padahal, Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian.

Ia menyebut Lampung merupakan salah satu sentra singkong nasional dengan kontribusi sekitar 70 persen produksi nasional. Selain itu, produksi padi Lampung berada di peringkat kelima nasional dan jagung peringkat ketiga nasional.

"Yang harusnya dengan kekayaan sumber daya alam itu, masyarakat-masyarakat di desa kita sudah makmur. Tapi karena sistem ekonomi di negara kita tidak mendukung, akhirnya kekayaan yang ada di desa itu lari ke kota," kata Mirza.

Ia mengatakan pemerintah ingin mendorong agar hasil pertanian tersebut tidak hanya diproduksi dan dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah di desa sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan modal, jaringan, tenaga ahli, manajemen, serta instrumen ekonomi yang dapat menghubungkan seluruh potensi tersebut. Salah satu instrumen yang didorong pemerintah adalah koperasi.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved