Mulai pekan depan, Pemprov Lampung menargetkan KDKMP yang berada di wilayah panen mulai diaktifkan untuk menyerap gabah petani.
"Yang panen ada KDKMP-nya, KDKMP-nya akan menyerap gabah-gabah sehingga tidak keluar lagi ke Jawa," tegas Mirza.
Ia meminta kepala desa yang KDKMP-nya telah aktif segera melaporkan wilayah yang memasuki masa panen agar dapat didorong untuk menyerap hasil pertanian masyarakat. Menurutnya, dukungan pendanaan untuk pelaksanaan program tersebut juga telah disiapkan.
Mirza menegaskan keberhasilan KDKMP membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, kejaksaan, kepala desa, hingga masyarakat. Ia berharap koperasi tidak sekadar menjadi lembaga formal, tetapi benar-benar mampu memutus mata rantai distribusi dan meningkatkan nilai tambah hasil produksi desa.
"Seorang pemimpin itu harus punya keahlian dan punya statecraft, seni mengelola kekayaan. Bukan hanya Presiden, Gubernur, atau Bupati. Para kepala desa juga harus punya kemampuan mengelola kekayaan yang ada di desanya masing-masing," ujar Mirza.
Ia berharap para kepala desa mampu mengenali dan mengembangkan potensi wilayahnya masing-masing sehingga kekayaan desa dapat dikelola secara optimal dan tujuan akhirnya benar-benar dirasakan masyarakat.
"Tujuannya cuma satu: bagaimana kekayaan ini bisa memakmurkan masyarakat di desanya masing-masing," pungkasnya.
Berikan Komentar
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia