Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

HUT Bandar Lampung ke-344, Asroni Paslah : Antara Capaian dan Tantangan
Lampungpro.co, 17-Jun-2026

Sandy 342

Share

Ketua Komisi IV DPRD dan Ketua DPC Partai Gerindra Bandar Lampung, Asroni Paslah, S.Pd., MM. | LAMPUNGPRO.CO/Ist

Padahal berbagai kajian menunjukkan bahwa investasi pada sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan daya saing suatu daerah. Theodore Schultz dan Gary Becker dalam teori Human Capital menjelaskan bahwa pendidikan merupakan modal utama dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, setiap upaya memperbaiki kualitas pendidikan sejatinya merupakan investasi untuk masa depan Bandar Lampung. Tantangan serupa juga terjadi pada sektor kesehatan.

Sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi di Provinsi Lampung, Bandar Lampung menghadapi kebutuhan pelayanan kesehatan yang terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan urbanisasi.

Saat ini Bandar Lampung memiliki 31 puskesmas, 50 puskesmas pembantu, dan 20 rumah sakit. Jumlah tenaga kesehatan juga terus bertambah, terdiri atas 655 dokter spesialis, 628 dokter umum, 129 dokter gigi, dan 1.151 bidan.

Namun jika dibandingkan dengan jumlah penduduk, satu puskesmas rata-rata melayani sekitar 34.763 jiwa. Kondisi ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan primer masih membutuhkan penguatan agar mampu menjangkau kebutuhan masyarakat secara optimal.

Selain itu, persoalan pemerataan layanan kesehatan juga masih menjadi tantangan. Sebagian fasilitas kesehatan yang memiliki layanan lebih lengkap masih terkonsentrasi di wilayah tertentu, sementara kawasan pinggiran kota masih membutuhkan peningkatan akses pelayanan kesehatan yang lebih mudah dan berkualitas.

Kesehatan merupakan investasi sosial yang sangat penting. Masyarakat yang sehat akan lebih produktif, memiliki kualitas hidup yang lebih baik, dan mampu berkontribusi secara optimal terhadap pembangunan daerah. Karena itu, pembangunan sektor kesehatan tidak boleh dipandang sebagai beban anggaran, melainkan investasi strategis untuk masa depan kota.

1 2 3 4 5

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved