BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Isu lingkungan seakan tidak pernah ada habisnya untuk dibahas, karena lingkungan merupakan sistem kehidupan yang selalu ada dalam tatanan makhluk hidup.
Saat ini, lingkungan di bumi dianggap sudah tidak ramah lagi untuk makhluk hidup, karena banyak permasalahan mulai dari sampah hingga polusi udara.
Untuk menjaga bumi agar lingkungan tetap sehat, butuh kesadaran dari semua generasi kehidupan, salah satunya generasi Z yang disebut proses kehidupannya masih panjang.
Generasi Z sendiri, merupakan generasi anak muda kelahiran tahun 2000 an, yang masih mencari jati dirinya untuk menapaki kehidupan di dunia. Generasi Z merupakan generasi yang paling banyak menghabiskan waktunya, dengan beraktivitas di dunia digital.
Rata-rata generasi Z beraktivitas di dunia digital minimal tujuh jam perharinya, dengan beragam kegiatan seperti beraktivitas di media sosial, belanja online, games, dan lainnya.
Dengan data generasi Z yang beraktivitas di dunia digital, isu lingkungan terkadang tidak terlalu diperhatikan oleh generasi Z. Namun seiring kemunculan sekumpulan anak muda seperti Pandawara Grup yang peduli terhadap lingkungan, kini generasi Z perlahan sudah mulai memperhatikan isu lingkungan.
Untuk di Lampung sendiri, berdasarkan sensus penduduk yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, tercatat ada sekitar 2 juta generasi Z hidup di Lampung. Tentunya dengan data tersebut, harus dimanfaatkan untuk menggiatkan isu lingkungan.
Untuk menggunakan generasi Z agar lebih peduli terhadap isu lingkungan, Indosat Ooredo Hutchison (IOD) melalui provider Tri, hadir untuk mewadahi mereka agar kedepannya bisa berperan dalam menjaga bumi.
District Operation Tri Sumatera, Yesias Petrus Boeboe mengatakan, pihaknya menghadirkan program festival generasi happy khusus untuk generasi Z di Lampung, untuk bisa mengedukasi lewat digitalisasi agar turut berperan menjaga lingkungan.
"Sesuai Tujuan IOH yakni empowering Indonesia, kami ingin mengedukasi agar mereka (generasi Z) bisa memberikan kontribusi terhadap isu-isu menjaga lingkungan di Lampung," kaga Yesias Petrus Boeboe saat diwawancarai Lampungpro.co di acara Generasi Happy Tri di Lapangan Saburai, Bandar Lampung, Sabtu (23/9/2023) malam.
Selain itu, lewat program generasi happy, Indosat bersama brand Tri ingin generasi Z di Lampung ingin mandiri. Oleh karenanya, Indosat dan Tri ingin mengedukasi dan menginspirasi generasi Z di Lampung, sehingga mau berbuat untuk kebaikan kedepannya.
"Kami percaya, pemikiran IOH mengempoweringkan dengan mengedukasi orang-orang Indonesia, aqgr bisa jauh lebih baik secara skill maupun pengetahuannya," ujar Yesias.
Menurut Yesias, sasaran Indosat bersama brand Tri lebih ke generasi Z di Lampung, karena mereka memiliki masa depan yang panjang. Sehingga Indosat bersama brand Tri jangan sampai generasi Z di Lampung hanya menjadi generasi yang konsumtif.
Namun Indosat bersama brand Tri berusaha agar bagaimana caranya para generasi Z di Lampung harus produktif dan jangan hanya menjadi user. Dengan mengakomodir ilmu yang mereka punya dan mendevelop mereka, maka brand Tri meyakini generasi Z akan mencapai kesuksesannya.
Sementara itu, SVP Head of Brand dan Marketing Komunikasi Tri, Galuh Neftita menjelaskan, pihaknya berkomitmen untuk memberdayakan generasi muda khususnya generasi Z, agar memanfaatkan teknologinya untuk memberikan kegiatan positif dan kreatif berkarya di dunia digital, namun tetap peduli terhadap lingkungan.
"Isu lingkungan merupakan hal yang serius, jadi kami mengajak generasi muda sebagai penerus bangsa, untuk turut serta secara kolektif membantu menjaga alam, demi keberlangsungan bumi," jelas Galuh Neftita.
Najwa Shihab dan Chelsea Islan Saat Talkshow Edukasi Isu Lingkungan ke Generasi Z di Lampung | Lampungpro.co
Dalam program Generasi Happy Tri di Lampung, Najwa Shihab yang turut dihadirkan sebagai narasumber talkshow bertajuk menjadi penjaga bumi bersama artis Chelsea Islan, turut mengajak generasi Z di Lampung agar bisa bersama-sama menjaga dan menjadi penjaga bumi.
Dalam narasinya, Najwa Shihab menyebutkan, menjaga bumi bukan hanya porsi orang-orang di panggung, tapi harus menjadi porsi semuanya. Najwa menganggap, seharusnya menjaga bumi seperti menjaga rumah sendiri
"Jadilah semua penjaga bumi, karena ada banyak cara untuk menjaganya, tapi butuh satu komitmen serupa, karena ini rumah bersama yang harus dijaga bersama sama," kata Najwa Shihab dalam narasinya.
Sementara artis Chelsea Islan turut menyebutkan, menjadi penjaga bumi dimulai dari diri sendiri, dengan dimulai secara perlahan dan pelan-pelan. Meskipun diawal bukanlah hal mudah, Chelsea meyakini menjaga bumi dengan mengurangi sampah bisa menjadi gaya hidup. (***)
Reportase : Febri Arianto
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16056
EKBIS
8659
Bandar Lampung
6022
271
03-Apr-2025
314
03-Apr-2025
431
03-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia