Peserta karnaval berasal dari berbagai sekolah di dua daerah tersebut, mulai dari SD hingga SMA, pemerintah desa, dan kelompok-kelompok etnis yang ada di Kepulauan Kei.
Menangkap ikan secara tradisional juga menjadi rangkaian event menarik di FPMK 2017 hari kedua di Desa Yafafun Abean, Kabupaten Maluku Tenggara.
Ribuan ikan dasar laut berhasil ditangkap peserta Meti Kei. Padahal, pola penangkapan ikan sangat tradisional.
Di sini warga hanya menggunakan tali kemudian dililit daun kelapa hingga ke dasar laut. Nah, ketika air mulai surut, tali tersebut ditarik ke daratan untuk mengarahkan ikan yang terjebak.
Selain itu, mereka juga menangkap menggunakan alat tangkap tradisional, seperti kalewang (tombak ikan), busur, dan juga sarut (dari daun rumbia).
Penangkapan ikan secara tradisional dalam Festival Meti Kei cukup menarik perhatian wisatawan domestik dan mancanegara yang berbondong-bondong turun ke laut untuk turut menangkap ikan.
Tak kalah menarik, lomba Dayung Belan antar-Ratschap (wilayah yang terdiri dari beberapa desa dan membuat kesatuan yang dipimpin oleh seorang raja) di Kepulauan Kei yang sudah lama vakum, kembali digelar untuk memeriahkan FPMK 2017.
Berikan Komentar
Lampung Timur
553
Lampung Selatan
1172
Kominfo Lampung
1172
8196
28-Mar-2026
553
18-Mar-2026
1128
17-Mar-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia