PRINGSEWU (Lampungpro.co): Ketua Tim Penggerak PKK Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, mencanangkan Pekon Margosari, Kecamatan Pagelaran Utara, Pringsewu, sebagai Desa Tapis (Desa Kesejahteraan Keluarga untuk Lampung Maju Indonesia Emas) pada Senin (2/11/2026).
Program tersebut, sebagai upaya memperkuat pemberdayaan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui pembinaan 10 Program Pokok PKK secara berkelanjutan.
Pencanangan tersebut, menjadi langkah strategis Tim Penggerak PKK Lampung dalam mendorong terwujudnya keluarga yang sejahtera, mandiri, dan berkualitas, sekaligus menjadikan Pekon Margosari sebagai pekon percontohan yang dapat menginspirasi wilayah lainnya.
Purnama Wulan Sari Mirza mengatakan, Desa Tapis merupakan wujud komitmen bersama untuk memperkuat peran keluarga, khususnya perempuan, sebagai motor penggerak pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui pembinaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin berdaya dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesehatan dan pendidikan keluarga, melestarikan lingkungan, serta mengembangkan ekonomi keluarga yang mandiri.
"Kami berharap, Pekon Margosari dapat menjadi pekon percontohan. Melalui pembinaan ini, masyarakat semakin sejahtera dan berdaya, dengan ibu-ibu sebagai motor penggerak pembinaan keluarga," kata Purnama Wulan Sari Mirza.
Dalam kegiatan tersebut, Batin Wulan juga meninjau berbagai program pemberdayaan yang telah berjalan di Pekon Margosari, mulai dari pemanfaatan pekarangan melalui kebun PKK dan Kelompok Wanita Tani (KWT), pengembangan produk UMKM berbasis komoditas lokal, hingga pengelolaan sampah melalui bank sampah.
Batin Wulan mengapresiasi semangat kelompok wanita tani, yang memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman pangan, sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga di tengah meningkatnya harga kebutuhan pokok.
Selain itu, inovasi pengelolaan sampah yang telah berkembang di Pringsewu juga mendapat apresiasi. Saat ini, terdapat 104 bank sampah yang digerakkan oleh kader PKK dan masyarakat.
Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dikumpulkan, ditimbang, dan hasilnya dapat menjadi tabungan bagi masyarakat. Batin Wulan berpendapat, praktik tersebut tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan, tapi juga membuka peluang ekonomi keluarga melalui pemanfaatan sampah, dan pengolahan eco-enzyme menjadi produk pembersih rumah tangga.
Batin Wulan turut mengapresiasi pengembangan UMKM oleh kader PKK, yang memanfaatkan potensi pangan lokal, seperti pisang dan tepung mocaf, menjadi produk makanan bernilai ekonomi.
Ia berharap, keterampilan tersebut terus dikembangkan sehingga perempuan, termasuk ibu rumah tangga dengan keterbatasan ekonomi, memiliki kesempatan untuk lebih mandiri dan berdaya saing.
Lalu di bidang kesehatan, kegiatan tersebut juga diisi dengan pelayanan cek kesehatan gratis melalui kolaborasi Dinas Kesehatan Lampung dan Pringsewu, serta Puskesmas setempat.
Pelayanan ini, menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan, dan pencegahan penyakit sejak dini.
Pembinaan juga mencakup edukasi keluarga, termasuk kelas parenting untuk meningkatkan pemahaman orang tua dalam mendampingi anak, khususnya remaja, di tengah perkembangan teknologi digital dan sosialisasi anti bullying kepada siswa Sekolah Dasar (SD).
Selain itu, diadakan juga pelatihan bagi kader PKK dengan tema 8 keluarga masa kini dan perencanaan kesehatan. Selain pembinaan, kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan penyerahan berbagai bantuan, di antaranya bantuan susu untuk pelayanan Posyandu, bantuan sembako, kursi roda dan alat bantu dengar bagi lansia serta penyandang disabilitas dari PMI, bantuan bagi keluarga berisiko stunting, mesin jahit untuk usaha ekonomi produktif dari Dinas Sosial Lampung, serta bantuan bibit cabai bagi kader PKK.
Turut diberikan bantuan buku bacaan, beasiswa Hafiz Al-Quran selama tiga tahun, serta Al-Quran untuk masjid dan rumah ibadah melalui dukungan Baznas Lampung.
Batin Wulan menekankan, seluruh program dan bantuan yang diberikan harus diikuti dengan keberlanjutan pelaksanaan, monitoring, serta evaluasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Keberhasilan Desa Tapis tidak hanya menjadi capaian Tim Penggerak PKK, tapi juga merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen, yang berkomitmen meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Melalui pencanangan dan pembinaan Desa Tapis, Batin Wulan berharap pemerataan pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan keluarga dapat terus diperkuat di berbagai wilayah. (***)
Editor : Febri Arianto
Berikan Komentar
Saya melepas mereka dengan bangga. Sayangnya, kebanggaan tidak otomatis...
650
227
03-Nov-2026
171
03-Nov-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia