KATIBUNG (Lampungpro.co): Keributan terjadi di PT San Xiong Steel indonesia Jalan Lintas Sumatra, Tarahan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (27/3/2025l. Ini adalah perusahaan modal asing (PMA) China di bidang peleburan besi dan baja.
Pangkal masalah, bernula ketika datang tiba-tiba datang sesorang bernama Finny Fong mengaku sebagai direktur memaksa masuk dan merantai pabrik itu. Kemudian, pabrik, kantor dan kamar pekerja asal China yang tinggal di dalam pabrik dikunci.
Sehingga mereka tidak bisa mengambil dokumen identitas dan keperluan pribadi termasuk obat-obatan dan terpaksa tinggal di area kantin karyawan. Mereka tidak dibolehkan keluar dan kalau memaksa keluar diancam akan dilarang masuk kembali.
Berdasarkan video yang diperoleh Lampungpro.co, tampak terjadi adu mulut ketika rombongan pihak Finny Fong memaksa masuk ke areal pabrik. Karyawan dan staf perusahaan menyatakan tidak mengenal Finny Fong sehingga berkeras mencegahnya masuk pabrik.
Dalam keributan itu, para pekerja yang bekerja puluhan tahun menyatakan tak pernah mendapat informasi adanya pengalihan kepemilikan perusahaan ke pihak manapun. Termasuk ke Finny Fong yang mengaku sebagai pemilik baru.
Kedatangan Finny Fong dinilai aneh karena pengakuan ganti pemilik itu tidak disosialisasikan dan dilakukan saat perusahaan sudah libur IdulFitri. Sehingga pimpinan dan karyawan tidak ada di tempat.
Setelah berhasil masuk Finny Fong langsung merantai pintu masuk area pabrik dan kantor. Pihaknya melarang siapa pun keluar masuk gerbang utama.
Pada Jumat (28/3/2025), diketahui dua pekerja asing berusaha meloloskan diri dari pabrik. Dia menceritakan bahwa dia dan teman-temannya tidak bisa masuk ke kamar, listrik dipadamkan. Mereka mendapatkan perlakuan tidak layak.
Diceritakan Finny Fong berusaha mengusir mereka, dan mengancam semua pekerja asing yang tinggal didalam pabrik. Jika mereka keluar pabrik tidak boleh masuk lagi.
Kedua orang ekspatriat yang lolos ini tidak boleh masuk pabrik. Seluruh dokumen, identitas dan barang-barang pribadi masih berada di dalam kamar yang terkunci dalam pabrik.
Lalu, mereka melaporkan tindakan Finny ke Polda Lampung, Namun saat penyidik Polda datang ke pabrik, pekerja asing dan pihak Konsulat China yang datang bersama mereka sempat tidak boleh masuk. Polda masuk terlebih dahulu dengan Finny.
Hampir satu jam kemudian baru mereka boleh masuk. Setelah itu baru pihak Konsulat China. Pekerja yang dihubungi mengeluhkan sikap Finny yang berusaha mengatur semua terlihat baik.
Padahal pekerja itu mau mengambil obat dan dokumen untuk melengkapi laporan ke Polda. Mereka diperbolehkan ambiln, namun diancam jika ambil, tidak boleh masuk kembali ke pabrik.
Sementara pekerja lain masih di sana. Hingga saat ini mereka juga belum mendapat surat penerimaan laporan pengaduan. Polda meminta mereka menulis surat pengaduan yang akan diproses selesai libur Lebaran. Padahal mereka mengadu ke Polda karena mau minta perlindungan.
Pangkal Kisruh
Diduga kisruh ini bermula dari tawaran Finny Fong membantu keuangan perusahaan. Manajemen diminta menyerahkan dokumen-dokumen perusahaan. Kemudian Fanny mengklaim diri sebagai pemilik perusahaan. Tindakan Finny ini sempat dilaporkan ke Polda Lampung.
Salah satu pekerja PT San Xion Steel Indonesia yang identitasnya disembunyikan redaksi media ini mengungkapkan kebingungannya kepada media. "Kami tidak tahu bahwa ada pergantian jajaran di perusahaan ini. Tiba-tiba Ibu itu datang dengan membawa banyak orang dan mengunci semua ruangan. Di sini masih ada TKA yang tinggal di mess mereka dan juru masak. Disuruh pergi tetapi mereka tetap bertahan karena tidak tau mau kemana kan dan di dalam keadaan miris seperti listrik dipadamkan," ujar pekerja itu.
Pekerja tersebut juga mengungkapkan kekhawatirannya tentang gaji mereka yang belum dibayar. "Kami sangat menyayangkan perihal ini terjadi. Apakah tidak dapat diselesaikan secara hukum? Karena negara ini negara hukum. Bila seperti ini, kami yang bekerja disini menjadi korban. Kami kebingungan, perusahaan ditutup tanpa ada pemberitahuan, bagaimana dengan gaji dan status kerja kami?" tanya dia.
Mereka mengharapkan aparat dan pemerintah dapat memeriksa dan menyelidiki masalah ini dengan seksama serta bertindak tegas karena isu ini sensitif menyangkut kepercayaan investasi luar ke Indonesia khususnya Lampung. Jika pengalihan manajemen dilakukan secara sah, seharusnya tidak dilakukan saat karyawan libur dan pimpinan perusahaan tidak berada di tempat. "Ini seperti perampokan," kata para pekerja.
Tanggapan Gubernur Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan sudah mendapat laporan masalah PT San Xiong Steel Indonesia ini langsung dari Konsulat Jenderal Republik Rakyat China (RRC) yang berkunjung ke Lampung, pekan lalu. "Ini memang berawal dari pinjaman ke Bank," kata Gubernur Mirza saat dikonfirmasi, Jumat (28/3/2025) malam.
Kepada Gubernur Mirza, staf Konsulat Jenderal RRC meminta agar ikut menjaga kondusifitas PT San Xiong Steel Indonesia karena menyangkut kepercayaan investasi asing ke Indonesia khususnya Lampung
Atas keributan ini, Gubernur meminta aparat terkait seperti Dinas Tenaga Kerja Provinsi langsung hari itu turun ke lapangan. "Para pekerja tak dikurung lagi dan Pemerintah Provinsi Lampung segera berkoodinasi dengan aparat keamanan agar perusahaan ini tetap beroperasi setelah libur Lebaran," kata Gubernur.
Gubernur menambahkan pihak Konsulat Jenderal RRC bakal berkunjung kembali ke Lampung menyikapi kisruh ini. Menurut Gubernur pemerintah China amat mendukung perusahaan ini sebagai salah satu model investasi Negeri Tirai Bambu itu di Indonesia. (***)
Editor Amiruddin Sormin
Berikan Komentar
Anonymous
sudah di seting semunya sm cina. emang ada yg liat atau tau bahasa yg di gunakan&pertemuan bos baru dgn bos lama. inti nya sandiwara china itu. mau mem PHK karyawan lokal. dgn tdk membrikan pesangon.
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
15805
EKBIS
8377
Bandar Lampung
5766
Bandar Lampung
4115
Bandar Lampung
3975
228
03-Apr-2025
326
03-Apr-2025
346
03-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia