Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

KOPI Delft Belanda Nilai Indonesia Tertinggal di ASEAN
Lampungpro.co, 30-Jan-2017

Amiruddin Sormin 1106

Share

DELFT (Lampro): Kolokium Pelajar Indonesia (KOPI) Delft, Belanda, menilai indeks kompetitif umum (GCI) sedikit di atas rata-rata negara ASEAN. Namun masih tertinggal dari beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand di sebagian besar pilar kompetitif. Dari segi sumber daya manusia (SDM), yang tercermin dari pilar kesehatan, pendidikan dasar, dan pendidikan tinggi, Indonesia juga tertinggal dari Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Hal serupa juga terjadi di Human Development Index (HDI) Indonesia dibandingkan negara ASEAN lain. Namun, HDI Indonesia meningkat signifikan dalam kurun waktu 20 tahun terakhir seiring dengan pertambahan jumlah anggaran pendidikan.

Demikian hasil diskusi para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam KOPI Delft, pada 13 Januari 2017. Dalam siaran pers yang diterima Lampung Pro, Senin (30/1/2017), Dimas Ramadhan Abdillah Fikri, Head of External Affair Division Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Delft, diskusi mengambil tema kesiapan Indonesia memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dalam segi pendidikan.

Dari segi keterampilan SDM, Indonesia masih memiliki skor literasi dan numerasi yang rendah. Tidak meratanya indeks pembangunan manusia (human development index/HDI, prasanara yang tidak menunjang, tidak efsiennya rasio siswa dan guru, serta banyak nilai Ujian Nasional (UN) yang di bawah rata-rata adalah hal-hal yang harus dibenahi.

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah penggunaan information and communication technology (ICT) sebagai enabler perubahan. Teknologi pita lebar harus digelar ke seluruh Indonesia sehingga memudahkan akses informasi. Selain itu, peranan aktif masyarakat dalam membangun database.

Untuk menjembatani perbedaan kualitas guru, skema pertukaran guru dapat diberlakukan agar para pendidik dapat mendapatkan dan berbagi pengalaman baru, sehingga ICT dapat diterapkan pada sekolah-sekolah terpencil. Hasil dari diskusi ilmiah ini diharapkan menjadi program yang nyata. Bagi yang tertarik terlibat dalam program ini, silakan menghubungi Agung Wahyudi melalui email agung.wahyudi@gmail.com.(PRO1)

 

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved