Perbandingan capaian strategis antara kondisi sebelumnya dengan hasil pembangunan yang diharapkan ke depan :
1. Transformasi Pengelolaan Sampah: Dari Tumpukan Menjadi Energi
Sebelumnya, Lampung Timur menghadapi tantangan tingginya produksi sampah yang hanya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) tanpa pengelolaan nilai tambah.
Namun sekarang, di bawah kepemimpinan Ella - Azwar, pemerintah menargetkan reduksi timbulan sampah sebesar ≥40% dari baseline tahun 2024. Langkah konkretnya adalah pembangunan TPST-RDF berkapasitas 50 ton perhari, yang mampu mengonversi sampah menjadi energi alternatif, sekaligus menciptakan 1.500 lapangan kerja hijau bagi masyarakat.
2. Memulihkan Pesisir: Dari Abrasi Menjadi Benteng Hijau
Sebelumnya kawasan pesisir Lampung Timur mengalami degradasi mangrove yang parah dan ancaman abrasi yang terus meluas. Namun sekarang, pemerintah telah menginisiasi penanaman 100.000 bibit mangrove di tiga kecamatan prioritas (Labuhan Maringgai, Pasir Sakti, dan Marga Sekampung). Selain melindungi pesisir, inisiatif ini diproyeksikan meningkatkan daya serap *karbon biru hingga ±10.000 ton CO2e per tahun*.
3. Pemberdayaan Desa Penyangga TNWK: Dari Konflik Menjadi Konservasi
Berikan Komentar
Sorak bahagia pecah di GSG Karya Bakti, tapi realisasi...
421
Bank Lampung
591
302
21-Feb-2026
295
21-Feb-2026
280
21-Feb-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia