Sebelumnya, pemanfaatan hutan rakyat cenderung berfokus pada pengambilan kayu yang tidak berkelanjutan. Namum ekarang, melalui program perhutanan sosial, pemerintah telah menggerakkan penanaman 26.000 pohon Kaliandra di 44 desa sebagai sumber biomassa.
Hal ini tidak hanya meningkatkan tutupan vegetasi, tetapi juga menciptakan pendapatan berkelanjutan melalui produksi madu dan bahan bakar hijau bagi masyarakat desa hutan. Dengan perbandingan ini, terlihat bahwa dalam waktu singkat, Lampung Timur telah berhasil meletakkan fondasi "Warisan Hijau" (Green Legacy).
Pembangunan tidak lagi hanya tentang infrastruktur fisik, tetapi tentang menciptakan keseimbangan di mana setiap desa menjadi pusat inovasi lingkungan dan setiap warga menjadi penjaga kehidupan bagi generasi mendatang.
Dalam satu tahun terakhir, kepemimpinan Ella - Azwar telah membuktikan bahwa kemandirian daerah dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab global terhadap keberlanjutan.
Melalui pendekatan kolaboratif yang mereka sebut sebagai gotong royong hijau, setiap desa di Lampung Timur kini didorong untuk menjadi pusat inovasi lingkungan.
Keberhasilan ini bukan sekadar tentang angka-angka dalam laporan, melainkan tentang membangun warisan hijau (green legacy) bagi generasi mendatang, agar mereka tetap bisa menikmati alam Lampung Timur yang asri dan makmur. (***)
Editor : Febri Arianto
Berikan Komentar
Sorak bahagia pecah di GSG Karya Bakti, tapi realisasi...
421
Bank Lampung
591
302
21-Feb-2026
293
21-Feb-2026
280
21-Feb-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia