BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Ambisi menjadikan Kota Bandar Lampung sebagai kota metropolitan dinilai masih menghadapi tantangan besar. Di balik julukan “Kota Tapis Berseri”, berbagai persoalan mendasar justru masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas, mulai dari infrastruktur kesehatan, pendidikan, hingga transportasi.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: sudah sejauh mana arah pembangunan kota benar-benar menjawab kebutuhan warganya?
Penulis menilai, visi menuju kota metropolitan tidak cukup hanya dengan slogan. Diperlukan keselarasan antara perencanaan, penganggaran, dan realisasi di lapangan, terutama dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 yang tengah berjalan.
Pemerintah kota harus mampu menentukan prioritas. Infrastruktur dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan transportasi seharusnya menjadi fokus utama sebelum berbicara lebih jauh tentang konsep metropolitan.
Sebagai ibu kota Provinsi Lampung, Bandar Lampung diharapkan tampil sebagai wajah kemajuan daerah. Tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dalam transformasi menuju kota modern berbasis teknologi dan layanan digital.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan tantangan yang belum terurai sepenuhnya. Dalam beberapa tahun terakhir, misalnya, persoalan banjir masih menjadi isu berulang yang belum menemukan solusi komprehensif.
Penanganan yang belum optimal bahkan kerap memunculkan perdebatan mengenai pihak yang paling bertanggung jawab, sekaligus menimbulkan kesan bahwa masalah tersebut belum ditangani secara sistematis.
Di sisi lain, percepatan transformasi kota juga dinilai belum terlihat signifikan. Pengembangan layanan publik berbasis digital, inovasi perkotaan, hingga integrasi sistem transportasi masih menjadi pekerjaan yang harus dikejar.
Kondisi ini memunculkan refleksi penting: apakah arah pembangunan Kota Bandar Lampung sudah memiliki fokus yang jelas?
Hingga kini belum terlihat penegasan identitas kota secara utuh, apakah akan diarahkan sebagai kota pendidikan, kota jasa, atau kota pariwisata. Tanpa arah yang jelas, pembangunan berisiko berjalan tanpa fokus yang terukur.

Identitas kota itu penting. Dari situ akan terlihat prioritas pembangunan, termasuk bagaimana anggaran dialokasikan dan program dijalankan.
Di tengah dinamika tersebut, harapan publik tertuju pada langkah konkret pemerintah kota bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan pembenahan menyeluruh.
Evaluasi terhadap program yang berjalan, penajaman prioritas pembangunan, serta penguatan inovasi berbasis teknologi menjadi kunci jika Bandar Lampung ingin benar-benar bertransformasi menjadi kota metropolitan.
Lebih dari itu, pembangunan kota juga diharapkan tidak hanya berorientasi pada proyek fisik, tetapi mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara nyata.
Kini, tantangannya bukan sekadar mempertahankan julukan, tetapi membuktikan bahwa Bandar Lampung mampu berbenah dan bergerak menuju kota yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing.
Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah kota bukan terletak pada label yang disematkan, melainkan pada sejauh mana masyarakatnya merasakan manfaat dari pembangunan itu sendiri. (***)
Penulis : Sandy,
Berikan Komentar
KOPI PAHIT
393
Kominfo Lampung
893
Bandar Lampung
676
273
28-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia