Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Mesin Bed Dryer Beroperasi di Rawajitu Selatan, Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi dan Kesejahteraan Petani di Tulang Bawang
Lampungpro.co, 25-Jun-2026

Febri 810

Share

Gubernur Lampung Saat Kunjungan Kerja ke Rawajitu Selatan Tulang Bawang | Lampungpro.co/Dok Kominfo

MENGGALA (Lampungpro.co): Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, meninjau pemanfaatan Bantuan Mesin Pengering (Bed Dryer) Tahun Anggaran 2025 di Kampung Wono Agung, Rawajitu Selatan, Tulang Bawang, Rabu (24/6/2026).

Langkah ini dilakukan, guna memastikan program hilirisasi pertanian berjalan optimal demi meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui bantuan bed dryer berkapasitas 20 ton ini, total produksi pengeringan gabah di wilayah tersebut diproyeksikan mampu mencapai 850 ton.

Teknologi ini, diharapkan menjadi solusi konkret atas persoalan yang dihadapi oleh sekitar 350.000 kepala keluarga petani padi di Lampung, khususnya terkait anjloknya harga gabah, akibat keterbatasan alat pengering saat panen raya.

​Gubernur memaparkan, selama ini petani di Tulang Bawang harus menanggung biaya logistik ganda, karena terpaksa membawa gabah basah mereka ke Lampung Selatan untuk dikeringkan, sebelum akhirnya dibawa kembali ke Tulang Bawang.

Dengan adanya bed dryer lokal, petani kini dapat memanfaatkan jasa upah giling berkisar Rp300 perkilogram untuk mengonversi Gabah Kering Panen (GKP) menjadi Gabah Kering Giling (GKG). Hal ini meningkatkan nilai jual gabah secara signifikan, dari kisaran Rp6.500 - Rp7.000 perkilo basah menjadi Rp8.500 perkilo kering.

​Selain hilirisasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung juga mengupayakan peningkatan produktivitas lahan, melalui pendistribusian program stimulus Pupuk Hayati Cair secara gratis. Program ini, sukses meningkatkan hasil panen dari 5 ton menjadi 7 ton perhektar pada beberapa wilayah uji coba seperti Mesuji.

​"Ini saya akan bagikan ke seluruh desa yang ada di seluruh Lampung, gratis buat petani. Satu fasilitas pupuk hayati cair itu bisa buat 800 hektar," kata Rahmat Mirzani Djausal.

​Gubernur meminta Bupati Tulang Bawang untuk segera mendorong para pelaku usaha tani lokal, agar meluncurkan produk beras dengan merek dagang khas Tulang Bawang, guna memperkuat identitas komoditas daerah di pasar nasional.

​Di samping sektor pertanian, kunjungan kerja ini juga menjaring aspirasi masyarakat mengenai infrastruktur. Merespons keluhan warga terkait kerusakan akses jalan sepanjang 57 kilometer di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang telah terbengkalai selama 25 tahun, Gubernur Lampung berjanji akan mengawal dan memperjuangkan perbaikannya melalui kolaborasi lintas sektor pada sisa tahun anggaran 2026 ini. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved