Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pastikan Stok Tercukupi, Gubernur Lampung Intruksikan Perketat Awasi Bahan Pokok Jelang Ramadan
Lampungpro.co, 10-Feb-2026

Febri 337

Share

Gubernur Lampung Bersama Forkopimda | Lampungpro.co/Dok Kominfo

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memperketat pengawasan distribusi bahan pokok, menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, pihaknya turut menekankan agar inflasi dapat terkendali, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah lonjakan konsumsi tahunan.

Gubernur Lampung juga menyoroti berulang setiap tahun, di mana semangat ibadah masyarakat di bulan Ramadan, selalu dibarengi dengan peningkatan konsumsi. Kenaikan permintaan ini, kerap memicu lonjakan harga jika tidak diantisipasi dengan pasokan yang tepat.

"Kelihatannya cuma naik Rp5-10 ribu, tapi kalau cabai naik Rp10 ribu dikali 9,5 juta penduduk yang makan, itu nilainya puluhan hingga ratusan miliar rupiah, yang diambil dari kantong masyarakat," kata Rahmat Mirzani Djausal saat memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lampung, Selasa (10/2/2026).

Gubernur juga mencontohkan komoditas daging ayam yang konsumsinya mencapai 3-4 juta ekor per bulan di Lampung. Jika harga naik sedikit saja, maka akumulasi biaya yang harus dikeluarkan masyarakat menjadi sangat besar, dan mengurangi alokasi untuk kebutuhan lain seperti pendidikan.

Sebagai daerah penghasil pangan, Gubernur Lampung menegaskan, stabilitas harga di Lampung harus diprioritaskan menggunakan pasokan lokal. Ia meminta dinas terkait, untuk memastikan produksi beras, cabai, bawang, daging, dan telur aman hingga pasca Lebaran Idulfitri tahun ini.

"Prioritasnya adalah komoditas yang ada di Lampung, jadi strategi kamj adalah menjaga pasokan stabil, dengan memprioritaskan pasokan dari dalam daerah, baru dibawa dari luar jika kurang," tegas Rahmat Mirzani Djausal.

Gubernur juga mengingatkan, agar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lampung tidak hanya bekerja reaktif seperti pemadam kebakaran.

Menurutnya, intervensi pasar yang dilakukan terus-menerus tanpa memperbaiki tata niaga, dan distribusi hanya akan membuat pemerintah kelelahan.

Menanggapi arahan tersebut, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung, Kombes Heri Rusyaman menyebutkan, saat ini pihaknya telah membentuk Tim Satgas Saber Pangan, yang berfokus pada penindakan pelanggaran harga, keamanan pangan, dan jaminan mutu.

"Kami menyebutnya sebagai Tim Saber atau Sapu Bersih, jadi tidak ada pengecualian lagi. Kami akan tindak tegas penimbunan, spekulasi, dan kartel yang memainkan harga," sebut Kombes Heri Rusyaman.

Polda Lampung juga akan segera melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah produsen dan distributor besar, dan memberi toleransi kewajaran kenaikan harga maksimal 5 persen dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

Dari sisi analisis ekonomi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lampung, Bimo Epyanto mengungkapkan, secara tahunan (year on year) inflasi Lampung relatif terkendali. Namun ia memberi catatan khusus pada inflasi bahan pangan bergejolak (volatile food) seperti cabai dan bawang.

Pada kesempatan tersebut, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, memaparkan data konkret neraca pangan daerah. Menurutnya, stok beras, jagung, daging ayam, dan telur berada dalam kondisi sangat aman dan surplus.

Untuk menjaga ketersediaan stok, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung, Rindo Safutra memastikan cadangan beras pemerintah (CBP) di Gudang Bulog sangat mencukupi, yakni mencapai 170.825 ton.

Di sektor transportasi, Kepala Dinas Perhubungan Lampung, Bambang Sumbogo, memprediksi lonjakan pemudik tahun ini akan sangat signifikan. Pihaknya telah menyiapkan skenario padat hingga sangat padat di Pelabuhan Bakauheni.

Bambang juga menyampaikan kabar baik, mengenai kehadiran taksi listrik dan penyediaan 300 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Lampung, untuk mendukung mobilitas ramah lingkungan saat Lebaran.

Sementara dari sisi energi, Sales Branch Manajer Lampung II PT. Pertamina Patra Niaga, Reiner Bontong, menjamin stok BBM dan LPG aman. Pertamina memproyeksikan kenaikan konsumsi BBM jenis Gasoline sebesar 36 persen selama masa mudik.

Pertamina Lampung turut menyiagakan 96 SPBU yang beroperasi 24 jam, dan layanan motoris untuk menembus kemacetan di jalur tol maupun arteri. Stok LPG 3 Kg juga akan ditambah fakultatifnya sebesar 11 persen. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved