Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Peneliti Polinela Kembangkan Kalium dan Trichoderma untuk Tekan Penyakit Moler pada Bawang Merah
Lampungpro.co, 16-Sep-2026

Sandy 261

Share

Bawang Merah hasil penelitian dosen Polinela | LAMPUNGPRO.CO

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Tim dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengembangkan penelitian terapan untuk membantu mengatasi salah satu persoalan yang kerap dihadapi petani bawang merah, yakni penyakit moler yang disebabkan oleh jamur Fusarium.

Penyakit tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi produktivitas bawang merah. Tanaman yang terserang umumnya menunjukkan gejala berupa daun menguning, pertumbuhan daun yang meliuk, hingga akhirnya mengalami pembusukan.

Serangan Fusarium dapat terjadi sejak awal pertumbuhan tanaman hingga mendekati masa panen. Kondisi ini membuat petani menghadapi risiko kehilangan tanaman sekaligus penurunan hasil produksi.

Selama ini, pengendalian penyakit moler masih banyak mengandalkan fungisida kimia. Penggunaan bahan kimia secara berlebihan, di sisi lain, berpotensi mengganggu kondisi tanah apabila tidak dikelola dengan tepat.

Selain itu, penggunaan fungisida secara terus-menerus juga menjadi perhatian karena patogen dapat mengalami penurunan sensitivitas terhadap bahan pengendali tertentu. Kondisi tersebut dapat membuat biaya pemeliharaan tanaman semakin besar, terlebih ketika harus diikuti dengan kebutuhan pupuk dan input produksi lainnya.

Berangkat dari persoalan tersebut, tim peneliti Polinela yang terdiri dari Wika Anrya Darma, S.P., M.Si., Pebria Sisca, S.P., M.Tr.P., dan Rahmadyah Hamiranti, S.P., M.Si., melakukan penelitian dengan mengintegrasikan pupuk kalium dan agens hayati Trichoderma sp. sebagai pendekatan pengendalian penyakit sekaligus peningkatan pertumbuhan tanaman.

Dalam penelitian ini, kalium diarahkan untuk mendukung kekuatan tanaman dari dalam. Unsur hara tersebut berperan dalam memperkokoh jaringan tanaman sehingga diharapkan dapat meningkatkan ketahanan fisik bawang merah terhadap serangan patogen.

Kalium juga memiliki peran penting dalam mendukung pembentukan dan pembesaran umbi. Dengan kondisi tanaman yang lebih kokoh, pertumbuhan bawang merah diharapkan dapat berlangsung lebih optimal.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Gabah Dilarang Keluar, Tapi Mengapa Masih Bisa...

Mengapa pembeli dari luar Lampung mampu menawarkan harga gabah...

7444


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved