Data pengujian juga menunjukkan tingkat serangan penyakit moler yang lebih rendah pada lahan dengan perlakuan dibandingkan kondisi pembanding. Selain menekan kerusakan tanaman, bobot umbi bawang merah yang dihasilkan juga menunjukkan peningkatan.
Bagi petani, pendekatan tersebut berpotensi memberikan manfaat dari sisi efisiensi biaya produksi. Pemanfaatan Trichoderma sebagai agens hayati diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan fungisida kimia.
Di sisi lain, pengelolaan tanaman dengan pendekatan yang lebih terintegrasi juga diharapkan dapat mendukung keberlanjutan kondisi tanah pertanian. Peningkatan hasil panen dan efisiensi penggunaan input produksi pada akhirnya dapat memberikan peluang peningkatan pendapatan petani.
Tim peneliti menyebut penelitian tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi akademisi Polinela dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya petani bawang merah.
Dengan penerapan teknologi budidaya yang tepat, inovasi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas bawang merah sekaligus memperkuat ketahanan pangan. (***)
Berikan Komentar
Mengapa pembeli dari luar Lampung mampu menawarkan harga gabah...
7444
PLN
437
Kominfo Lampung
469
335
16-Sep-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia