Selanjutnya, pada tahap desain dan perencanaan, disusun dokumen teknis yang mencakup rancangan sistem irigasi hingga perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) secara rinci.
Selain itu, aspek legalitas juga menjadi perhatian utama, dengan memastikan bahwa lahan yang akan dikembangkan berstatus clean and clear, tidak berada di kawasan konservasi atau hutan, serta sesuai dengan tata ruang yang berlaku.
Pemanfaatan teknologi modern turut mendukung akurasi program ini. Beberapa teknologi yang digunakan antara lain drone LiDAR, Geolidar Airborne Laser Scanning (ALS), serta kamera multispektral untuk menghasilkan data pemetaan yang detail dan terintegrasi.
Tak hanya itu, kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan dan lembaga teknis juga dilakukan guna memastikan validitas hasil kajian.
Direktur Polinela, Dwi Puji Hartono, menyampaikan bahwa pihaknya siap berperan aktif dalam mendukung program strategis nasional, khususnya di sektor pertanian berbasis inovasi.
“Polinela memiliki komitmen kuat dalam mendukung swasembada pangan melalui pengembangan keilmuan terapan, riset, serta kolaborasi lintas sektor. Kegiatan SID ini menjadi momentum penting untuk mengintegrasikan keahlian akademik dengan kebutuhan pembangunan nasional,” ujarnya.
Melalui kegiatan SID ini, diharapkan dapat tercipta kepastian produksi pertanian dengan meminimalisir risiko kegagalan akibat keterbatasan air maupun kualitas tanah yang kurang memadai.
Berikan Komentar
Silakan tanyakan ke pokmas.
2320
192
16-Apr-2026
249
16-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia