BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menerima kunjungan dari Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kementerian Pertanian Wilayah Sumatera Bagian Selatan pada Jumat (10/4/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan Survei, Investigasi, dan Desain (SID) Cetak Sawah, yang masuk dalam program strategis nasional untuk mendukung swasembada pangan tahun 2025–2026.
Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi vokasi, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan.
Polinela dinilai sebagai mitra strategis karena memiliki kapasitas akademik, sumber daya manusia, serta fasilitas yang memadai untuk mendukung perencanaan cetak sawah secara komprehensif.
Program SID Cetak Sawah sendiri merupakan tahap awal yang sangat krusial. Tujuannya adalah memastikan kelayakan teknis, fisik, dan sosial dalam pengembangan lahan pertanian baru seluas 225 ribu hektare, terutama di wilayah rawa dan lahan tidur.
Dengan pendekatan berbasis data dan teknologi, program ini diharapkan mampu menghasilkan lahan sawah yang produktif dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan SID mencakup beberapa tahapan utama. Pada tahap survei dan investigasi, dilakukan pemetaan lahan menggunakan sistem berbasis Geographic Information System (GIS), analisis topografi, uji kesesuaian tanah, serta identifikasi ketersediaan sumber air.
Tahapan ini menjadi dasar penting untuk mengetahui potensi sekaligus kendala lahan yang akan dikembangkan.
Selanjutnya, pada tahap desain dan perencanaan, disusun dokumen teknis yang mencakup rancangan sistem irigasi hingga perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) secara rinci.
Selain itu, aspek legalitas juga menjadi perhatian utama, dengan memastikan bahwa lahan yang akan dikembangkan berstatus clean and clear, tidak berada di kawasan konservasi atau hutan, serta sesuai dengan tata ruang yang berlaku.
Pemanfaatan teknologi modern turut mendukung akurasi program ini. Beberapa teknologi yang digunakan antara lain drone LiDAR, Geolidar Airborne Laser Scanning (ALS), serta kamera multispektral untuk menghasilkan data pemetaan yang detail dan terintegrasi.
Tak hanya itu, kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan dan lembaga teknis juga dilakukan guna memastikan validitas hasil kajian.
Direktur Polinela, Dwi Puji Hartono, menyampaikan bahwa pihaknya siap berperan aktif dalam mendukung program strategis nasional, khususnya di sektor pertanian berbasis inovasi.
“Polinela memiliki komitmen kuat dalam mendukung swasembada pangan melalui pengembangan keilmuan terapan, riset, serta kolaborasi lintas sektor. Kegiatan SID ini menjadi momentum penting untuk mengintegrasikan keahlian akademik dengan kebutuhan pembangunan nasional,” ujarnya.
Melalui kegiatan SID ini, diharapkan dapat tercipta kepastian produksi pertanian dengan meminimalisir risiko kegagalan akibat keterbatasan air maupun kualitas tanah yang kurang memadai.
Program ini juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran negara serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan suboptimal menjadi lahan pertanian produktif yang terintegrasi dengan mekanisasi modern.
Keterlibatan Polinela dalam program ini sekaligus menegaskan peran penting perguruan tinggi vokasi sebagai motor penggerak pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Indonesia. (***)
Berikan Komentar
Silakan tanyakan ke pokmas.
2355
252
16-Apr-2026
313
16-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia