TANGGAMUS (Lampungpro.co): Dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mendorong Kelompok Tani Makmur II di Desa Gisting Atas, Kabupaten Tanggamus, mengoptimalkan bahan pakan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berfokus pada pemanfaatan bahan pakan lokal untuk meningkatkan efisiensi penyediaan pakan sekaligus mendukung keberlanjutan usaha peternakan ruminansia.
Program bertajuk “Edukasi Implementasi Pembuatan Pakan Komplit Berbasis Bahan Lokal untuk Meningkatkan Performa Ternak Ruminansia Kelompok Tani Makmur II, Gisting Atas, Tanggamus” tersebut dilaksanakan, pada Senin (10/8/2026).
Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengenali potensi bahan pakan yang tersedia di sekitar mereka. Selain itu, peternak diberikan pemahaman mengenai cara mengolah dan menyusun berbagai bahan lokal menjadi pakan komplit sesuai kebutuhan nutrisi ternak.
Kegiatan PkM tersebut diketuai Desi Maria Sinaga, S.Pt., M.Si., bersama anggota tim Prof. Nurhayati, S.Pt., M.Pt., Gusma Gama Maradon, S.Pt., M.Si., dan Ir. Novi Eka Wati, S.Pt., M.Si.
Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Larno Priyanto serta mahasiswa Program Studi Teknologi Pakan Ternak Polinela. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus memberikan pengalaman belajar langsung di tengah masyarakat.
Petakan Potensi Pakan Lokal
Sebelum memberikan materi dan teknologi pakan, tim PkM terlebih dahulu melakukan wawancara, diskusi, serta identifikasi bersama pengurus dan anggota Kelompok Tani Makmur II.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi usaha peternakan yang dijalankan kelompok, pola pemberian pakan, ketersediaan bahan pakan, hingga kendala yang selama ini dihadapi peternak dalam memenuhi kebutuhan ternak.
Dari hasil identifikasi, Desa Gisting Atas dinilai memiliki beragam sumber daya lokal yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak.
Beberapa di antaranya yakni jerami padi, kulit kopi, rumput odot, dan limbah singkong. Bahan-bahan tersebut selama ini tersedia di lingkungan sekitar dan dapat menjadi alternatif sumber pakan apabila diolah serta diformulasikan dengan tepat.
Tim PkM menilai pemanfaatan bahan lokal dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan peternak terhadap sumber pakan tertentu, terutama ketika ketersediaan hijauan mengalami penurunan.
Pendekatan yang digunakan tidak langsung menentukan teknologi yang akan diterapkan. Tim terlebih dahulu menyesuaikannya dengan kondisi dan potensi yang dimiliki peternak.
“Teknologi yang diberikan terlebih dahulu disesuaikan dengan bahan pakan yang mudah diperoleh peternak. Dengan begitu, formulasi yang diterapkan diharapkan benar-benar sesuai dengan kondisi mitra, mudah diterapkan, dan dapat dikembangkan secara mandiri,” ujar tim PkM.
Peternak Mulai Melihat Potensi Limbah
Dalam kegiatan tersebut, tim juga memberikan pemahaman bahwa pemanfaatan bahan pakan lokal tidak cukup hanya berdasarkan ketersediaannya.
Kandungan nutrisi, karakteristik bahan, tingkat pemanfaatan, serta keseimbangan formulasi menjadi faktor penting yang harus diperhatikan agar pakan yang dihasilkan mampu memenuhi kebutuhan ternak.
Melalui diskusi dan praktik, peternak diajak mengenali berbagai alternatif bahan yang dapat digunakan sebagai bagian dari pakan komplit.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat peternak tidak hanya bergantung pada satu jenis bahan pakan, tetapi mampu memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Antusiasme anggota Kelompok Tani Makmur II terlihat selama kegiatan berlangsung. Para peternak aktif berdiskusi dan menyampaikan pengalaman mengenai pola pemberian pakan yang selama ini mereka terapkan.
Mereka juga mulai melihat bahwa sejumlah bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah, seperti jerami padi, kulit kopi, dan limbah singkong, ternyata memiliki nilai guna sebagai bahan pakan apabila diproses dan diformulasikan secara tepat.
Ketua Kelompok Tani Makmur II menyambut baik program pendampingan yang dilakukan Polinela. Menurutnya, pemanfaatan bahan pakan yang tersedia di sekitar desa dapat menjadi alternatif bagi peternak, terutama ketika persediaan hijauan tidak mencukupi.
Polinela Lanjutkan Pendampingan
Tim PkM Polinela menegaskan keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan edukasi dan praktik.
Hal yang lebih penting adalah sejauh mana pengetahuan serta teknologi yang diberikan dapat diterapkan secara mandiri dan berkelanjutan oleh para peternak.
Karena itu, tim berencana melanjutkan pendampingan dan monitoring untuk melihat perkembangan penerapan pakan komplit berbasis bahan lokal di tingkat peternak.
Melalui kegiatan tersebut, Polinela berharap peternak semakin mampu mengoptimalkan potensi yang ada di wilayahnya, menekan biaya penyediaan pakan, serta meningkatkan efisiensi usaha peternakan.
Pada akhirnya, pemanfaatan sumber daya lokal diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pakan ternak, tetapi juga memperkuat kemandirian dan keberlanjutan usaha peternakan masyarakat di Desa Gisting Atas. (***)
Editor : Sandy,
Berikan Komentar
Pernyataan seorang anggota DPR yang mengatakan masih ada ASN...
14054
176
11-Aug-2026
232
11-Aug-2026
272
11-Aug-2026
323
11-Aug-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia