BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Momen Lebaran selalu saja menghadirkan nuansa khas: haru, hangat, dan penuh harapan. Di antara gema takbir yang menggema dari surau dan masjid, aroma ketupat dan opor yang menyeruak dari dapur-dapur. Lampung, negeri yang diciptakan saat tuhan sedang tersenyum menyambut hari kemenangan dengan pesona yang tak tertandingi.
Tahukan Anda bahwa Lampung adalah daerah ke-9 dengan jumlah pemudik terbanyak di Indonesia. Usai Lebaran, Lampung juga akan menjadi tujuan wisata. Tidak hanya oleh warga lokal yang mudik ke kampung halaman, tapi juga oleh ribuan pelancong dari berbagai penjuru negeri.
Bila Anda melintas di jalanan Lampung saat libur Lebaran, akan mudah ditemukan kendaraan berpelat luar daerah: B dari Jakarta, BG dari Palembang, BH dari Jambi, D dari Bandung, hingga A dari Banten. Mereka semua datang bukan sekadar untuk bertemu sanak saudara, tetapi juga untuk melepas rindu pada keelokan alam Lampung yang memesona, dari bentang pantai hingga pegunungan.
Seperti yang sering saya ungkapkan, “Lampung ini diciptakan saat Tuhan sedang tersenyum.” Namun, sebagaimana lazimnya tradisi perjalanan, belum lengkap rasanya jika pulang tanpa membawa buah tangan alias oleh-oleh.
Nah, berikut adalah 11 oleh-oleh khas Lampung yang menurut saya wajib dibawa pulang usai Lebaran. Bukan hanya sekadar oleh-oleh biasa, tapi juga potongan kenangan dari bumi yang kaya budaya dan rasa ini.
1. Lempok Durian:
Ledakan Rasa Sang Raja Buah
Tak lengkap rasanya berbicara tentang Lampung tanpa menyebut durian. Dari hulu hingga hilir, durian Lampung terkenal akan rasa dan aromanya yang menggoda. Lempok durian, yang sering kali disalahartikan sebagai dodol, merupakan sajian khas yang diolah dari durian asli dan gula, tanpa tambahan tepung. Dibuat secara tradisional menggunakan tungku kayu, adonan ini diaduk perlahan selama berjam-jam hingga menghasilkan tekstur legit dan aroma durian yang kuat.
Ketika sepotong lempok menyentuh lidah, rasa manis khas durian akan langsung menyapa. Tidak berlebihan jika saya katakan, “Dang lupo oleh-oleh yang satu ini geh!”.
2. Kemplang: Renyahnya
Ikan dalam Setiap Gigitan
Kemplang adalah kerupuk khas Lampung yang terbuat dari campuran ikan dan tepung, kemudian dibakar di atas bara api. Proses pembakaran ini menciptakan aroma sangit gurih yang membuat siapa saja tergoda mencicipi. Ikan yang digunakan pun beragam, mulai dari tenggiri hingga gabus.
Ciri khas kemplang adalah teksturnya yang agak kasar dan aroma asap yang kuat. Makin nikmat jika disantap dengan sambal cuko khas Lampung yang pedas asam menggigit. Harganya pun terjangkau—jadi tidak ada alasan untuk melewatkan kemplang dalam daftar oleh-oleh.
3. Kue Lapis Legit:
Simfoni Rasa Manisnya Lampung
Di Lampung, lapis legit atau yang dalam bahasa Lampung dikenal sebagai juadah Legit, adalah kue istimewa khas Lampung yang menyimbolkan kehangatan dan ketelatenan. Dibutuhkan sekitar 25-40 butir kuning telur, mentega, susu kental manis, dan bumbu-bumbu pilihan lainnya untuk membuat satu loyang legit.
Namun bukan hanya bahan yang membuatnya istimewa—prosesnya pun menuntut kesabaran tingkat tinggi. Setiap lapisan dipanggang satu per satu hingga membentuk kue berlapis-lapis yang padat dan harum. Dengan rasa manis dan tekstur lembutnya, tak heran jika harganya sedikit ‘mehong’. Tapi percayalah, rasanya sepadan dengan pengalaman menyantapnya.
4. Keripik Pisang:
Kriuk Manis dari Pisang
Lampung adalah surganya pisang. Tidak hanya sebagai komoditas pertanian, pisang juga menjadi sumber kreativitas kuliner, salah satunya dalam bentuk keripik. Keripik pisang Lampung dikenal renyah dan memiliki varian rasa yang sangat banyak: cokelat, keju, stroberi, bahkan balado.
Produsen keripik di Lampung sangat kreatif. Mereka mengolah pisang kepok dengan teknik khusus yang menghasilkan keripik tipis dan tidak berminyak. Cocok sebagai camilan maupun oleh-oleh. Dijamin, satu bungkus tidak akan cukup!
5. Kopi Robusta Lampung
Sebagai salah satu daerah penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia, Lampung menyimpan kekayaan rasa yang dalam dalam secangkir kopi. Kopi Lampung memiliki ciri khas rasa yang kuat, pahit legit, dan aroma yang harum pekat.
Banyak wisatawan yang jatuh cinta dengan kopi Lampung setelah mencicipinya di warung kopi lokal. Jangan heran kalau Anda melihat mereka pulang dengan beberapa bungkus kopi bubuk atau biji kopi yang sudah disangrai. Ini bukan sekadar oleh-oleh, tapi a taste of Lampung in a cup. Untuk mendapatkan Kopi bubuk robusta terbaik, anda bisa menghibungi Nuwono Tasya Coffee di 082182701234
6. Keripik Nangka: Manis, Gurih, dan Menggoda
Buah nangka melimpah ruah di Lampung. Dan dari buah tropis ini lahirlah camilan khas yang luar biasa—keripik nangka. Proses pengolahannya menjaga rasa alami nangka tetap utuh sambil menciptakan tekstur renyah yang bikin nagih.
Keripik nangka bukan hanya favorit anak-anak, tetapi juga jadi pilihan oleh-oleh praktis yang bisa dinikmati di perjalanan pulang. Aromanya semerbak, dan rasa manisnya alami. Bikin happy yang menerimanya, kata anak zaman sekarang.
7. Bakso Sony: Kuliner Legendaris yang Tak Pernah Sepi
Bakso Sony, atau lebih lengkapnya Bakso dan Mi Ayam Son Haji Sony, sudah menjadi ikon kuliner Lampung. Bahkan bisa dibilang, belum sah ke Lampung kalau belum mencicipi bakso Sony. Setiap cabangnya selalu dipenuhi antrean—dari pagi hingga malam.
Daging sapinya padat, kuahnya gurih, dan sambalnya menggigit. Untuk dibawa pulang, tersedia paket beku lengkap dengan bumbunya. Cocok untuk dinikmati bersama keluarga di rumah, seolah menghadirkan cita rasa Lampung ke meja makan Anda.
8. Pempek dan Kerupuk Ikan Lampung
Meskipun berasal dari Palembang, pempek telah menjelma menjadi makanan favorit warga Lampung. Varian seperti lenjer, kapal selam, adaan, kulit, dan kates bisa Anda temukan dengan mudah di toko-toko pempek terkenal seperti Pempek 123, Tenda Biru, atau Pempek Lala.
Rasanya pun tak kalah dengan yang ada di Sumatera Selatan—bahkan beberapa orang bilang lebih cocok di lidah mereka. Dengan cuko yang khas dan tingkat pedas sesuai selera, pempek Lampung siap memanjakan perantau yang rindu kampung halaman. Mungkin karena Lanpung negeri yang ikannya melimpah ruah. Sehingga ikan-ikan yang dibuat pempek di Lampung masih segar. Anda tentu saja boleh menambahkan beberapa plastik kerupuk ikan yang maknyus ke dalam keranjang anda. Mumpung masih ada di Lampung lo. Repot mau kirim-kirimnya !
9. Juadah Bakkit: Cerita Warisan Leluhur
Tak banyak yang tahu bahwa di balik gemerlap oleh-oleh modern, Lampung masih menyimpan kekayaan kuliner warisan nenek moyang yang terus dijaga hingga kini. Salah satunya adalah Juadah Bakkit. Makanan tradisional ini mungkin tak sepopuler keripik pisang atau bakso Sony, namun bagi warga Lampung asli, juadah bakkit adalah simbol rasa rindu, kenangan masa kecil, dan kebanggaan budaya.
Juadah bakkit terbuat dari campuran ketan putih yang dimasak dengan santan, kemudian dipadatkan dan dipanggang menggunakan bara api dari tempurung kelapa. Rasanya gurih, sedikit manis, dan memiliki aroma khas dari daun pisang yang digunakan sebagai alas pembakaran. Teksturnya padat, namun lembut saat digigit—seolah menghadirkan keseimbangan antara kekuatan dan kelembutan seperti karakter orang Lampung.
Jika kamu ingin membawa oleh-oleh yang lebih dari sekadar camilan, maka juadah bakkit adalah pilihan istimewa. Tak semua toko menjual juadah bakkit, tapi jika kamu mau membelinya, kamu bisa menghibung Nuwono Tasya— cafe dan resto full ke-Lampung-an.
10. Dodol Lampung
Jika kita berbicara tentang makanan manis yang mampu menyatukan keluarga dalam satu meja, maka dodol Lampung layak masuk dalam daftar itu. Dodol memang dikenal di banyak daerah di Indonesia, namun dodol dari Lampung memiliki cita rasa dan ciri khas tersendiri yang membedakannya dari yang lain.
Dibuat dari campuran ketan, santan, dan gula aren, dodol Lampung dimasak dalam wajan besar di atas api kayu selama berjam-jam. Proses pengadukannya tak boleh berhenti, harus konstan, dan biasanya dilakukan secara gotong royong. Tak heran, dalam budaya Lampung, membuat dodol sering menjadi ajang silaturahmi dan kerja sama antarkeluarga menjelang hari besar seperti Lebaran.
Tekstur dodol Lampung lebih padat namun lembut ketika dikunyah. Warna cokelat pekat dari gula aren asli memberikan rasa manis yang tidak menyengat—malah cenderung menenangkan.
11. Gula Semut Lampung:
Tak banyak yang tahu, Lampung juga menyimpan harta tersembunyi dalam bentuk manis alami yang sehat dan ramah lingkungan: gula semut. Disebut demikian karena bentuknya yang butiran halus menyerupai koloni semut, gula semut Lampung merupakan produk olahan dari nira aren yang dikeringkan secara alami hingga berbentuk kristal lembut berwarna cokelat keemasan.
Gula semut sering dijadikan pengganti gula putih oleh mereka yang ingin hidup lebih sehat—termasuk para pecinta kopi, teh, dan makanan organik.Kamu bisa membelinya sebagai oleh-oleh di Nuwono Tasya Coffee
Membawa pulang oleh-oleh bukan hanya soal memenuhi permintaan kerabat. Ia adalah cara kita menyampaikan cerita, membagi pengalaman, dan menyisipkan rasa dari tempat yang kita kunjungi. Delapan oleh-oleh di atas bukan sekadar makanan, tapi serpihan budaya dan kenangan dari Bumi Lampung yang indah.
Jadi, ketika kamu hendak kembali dari Lampung usai Lebaran, pastikan tanganmu tak kosong. Bawa rasa, bawa cerita, dan bawa kenangan dari negeri yang diciptakan saat Tuhan sedang tersenyum. Lampung jak gham jejamo. (***}
Penulis: Prof. Admi Syarif, Ph.D (Dosen Universitas Lampung), Editor: Amiruddin Sormin
Berikan Komentar
Anonymous
Maa syaa Allah, mantap!
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16599
EKBIS
9277
Lampung Selatan
5118
Bandar Lampung
4920
Bandar Lampung
4787
146
05-Apr-2025
331
04-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia