“Kita perlu dashboard pariwisata yang bisa memantau capaian setiap periode. Jangan hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga kualitas layanan, lama tinggal, dan pengeluaran wisatawan,” ujarnya.
Menurutnya, sistem pemantauan tersebut akan membantu pemerintah mengetahui program yang berjalan sesuai target maupun sektor yang masih membutuhkan intervensi.
Pembangunan Wisata Diminta Tak Abaikan Lingkungan
Aspek lingkungan juga menjadi perhatian Reri. Ia meminta daya dukung dan daya tampung lingkungan menjadi bagian penting dalam setiap rencana pengembangan kawasan wisata.
Hal tersebut dinilai penting karena Bandar Lampung memiliki kawasan dengan karakteristik berbeda, mulai dari wilayah pesisir, perbukitan hingga kawasan Pulau Pasaran.
Pengembangan kawasan tersebut harus memperhitungkan potensi bencana serta keberlanjutan ekosistem. Jangan sampai pembangunan destinasi wisata justru menimbulkan persoalan lingkungan baru.
“Pariwisata yang berkelanjutan bukan slogan. Harus ada analisis daya dukung yang dioperasionalkan dalam perwilayahan dan perizinan,” ujarnya.
Berikan Komentar
262
15-Sep-2026
272
15-Sep-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia