Metodenya sudah berbeda. Sudah bergeser menjadi disruption. Kenapa disruption? Setidaknya ada beberapa hal yang menjadi pemicunya. Pertama, sebut Rhenald, munculnya IT: Direct Big Interactive. Dan ini big, serba pesat, katanya.
Pemicu Kedua, munculnya generasi baru, atau disebutnya sebagai Gen C. Ketiga, demografi yang sudah berubah. Keempat, urbanisasi, megacities, cyber palaces.
Saat ini tidak ada lagi anak-anak muda di kampung-kampung. Mereka semua sudah ke kota. Dan mereka pastinya akan berubah sesuai kemajuan di kota, kata Rhenald.
Selanjutnya, pemicu kelima, adalah demokratisasi of everything. Nah, apa akibat dari ini semua, maka peradaban manusia pun akan berubah. Kemudian cara berkomunikasi dan berbelanja pun berubah, mata uang juga berubah. Dipastikan terjadi pergeseran, katanya.
Pertarungan bisnis di era kinipun berubah drastis. Kata dia, pada abad 19 pertarungan yang terjadi adalah pertarungan antar bangsa.
Pada abad 20 berubah menjadi pertarungan antar produk (jasa), korporasi atau brand. Sementara pada era abad 21 ini, yang terjadi adalah pertarungan antar business model.
Sevel adalah salah satu bentuk business model. Dia tidak sama dengan Indomaret atau Alfamart. AirBnB adalah business model. Produk-produk destinasi dikolaborasikan dengan hotel dan tiket pesawat. Jadi kompetisi zaman sekarang adalah business model, ujarnya.
Berikan Komentar
Lampung Selatan
2062
Kominfo Lampung
1089
Advetorial
2126
11512
28-Mar-2026
310
25-Mar-2026
2062
24-Mar-2026
1089
24-Mar-2026
2126
22-Mar-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia