Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Ribuan Desa Terima Bantuan, Pemprov Lampung Dorong Pertumbuhan Ekonomi dari Desa
Lampungpro.co, 07-May-2026

Febri 275

Share

Pelantikan Apdesi Merah Putih Lampung | Lampungpro.co/Dok Kominfo

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Merah Putih Lampung periode 2026-2031 di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Selasa (5/5/2026).

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, pembangunan ekonomi ke depan harus bertumpu pada desa sebagai pusat pertumbuhan baru di Provinsi Lampung.

Gubernur menilai, perbaikan kesejahteraan petani dan penguatan ekonomi desa, menjadi kunci utama mendorong kemajuan daerah secara berkelanjutan.

"Ekonomi Lampung sudah tumbuh, dan pertumbuhan itu ada di desa. Oleh karena itu, seluruh kebijakan harus diarahkan untuk memperkuat desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya," kata Rahmat Mirzani Djausal.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Lampung juga secara simbolis menyerahkan bantuan Rp10 juta perdesa kepada 2.446 desa di seluruh Lampung, sebagai bentuk dukungan konkret Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terhadap pembangunan desa.

Gubernur menyebut, selama ini struktur ekonomi Lampung masih belum berpihak pada desa, sebab masih ada 70 persen penduduk Lampung tinggal di desa, namun perputaran ekonomi justru lebih besar terjadi di wilayah perkotaan.

Kondisi tersebut, merupakan dampak dari sistem ekonomi lama yang cenderung mendorong pertumbuhan dari atas ke bawah (trickle down effect), sehingga petani sebagai pelaku utama di desa hanya mendapatkan bagian kecil dari rantai nilai ekonomi.

Akibatnya, komoditas utama seperti padi, jagung, dan singkong kerap mengalami fluktuasi harga yang merugikan petani. Bahkan dalam beberapa periode, harga hasil panen tidak mampu menutup biaya produksi.

Gubernur menilai, kondisi ini berdampak luas, mulai dari rendahnya pendapatan petani, terbatasnya akses pendidikan, hingga rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung, yang berada di peringkat 26 secara nasional.

Namun Gubernur Lampung optimistis, kondisi tersebut mulai berubah seiring kebijakan nasional yang kini lebih berpihak kepada desa, termasuk melalui peningkatan harga komoditas pertanian.

Menurut Gubernur, dampak positif sudah mulai terlihat, antara lain meningkatnya pembayaran pajak kendaraan bermotor dan pajak bumi dan bangunan di wilayah pedesaan, serta naiknya pembelian kendaraan hingga hampir 20 persen dalam tiga bulan terakhir.

Selain itu, jumlah pendaftar perguruan tinggi dari kalangan masyarakat desa juga meningkat sekitar 20 persen, menunjukkan adanya perbaikan daya beli dan kesadaran pendidikan.

Pemprov Lampung akan memperkuat kebijakan hilirisasi produk pertanian agar nilai tambah tidak lagi keluar dari desa. Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah pemberian pupuk organik cair (POC) ke seluruh desa melalui program Desaku maju.

Setiap unit POC mampu melayani hingga 400 hektare lahan dan diberikan secara gratis kepada petani. Selain itu, pemerintah juga menargetkan distribusi 500 unit dryer atau alat pengering hasil pertanian hingga tahun 2028.

Fasilitas ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan nilai jual komoditas seperti padi dan jagung. Dengan adanya fasilitas pengering, desa diharapkan mampu mengembangkan industri turunan seperti pakan ternak berbasis jagung dan singkong, sehingga menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih mandiri.

Gubernur juga menekankan pentingnya peran kepala desa sebagai ujung tombak pemerintahan, dalam mengelola potensi lokal dan memastikan kebijakan benar-benar dirasakan masyarakat.

Gubernur pun meminta pengurus Apdesi Merah Putih, menjadi organisasi yang mampu menjadi role model dalam inovasi dan pelayanan publik di tingkat desa.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Apdesi Merah Putih, Anwar Sadat mengungkapkan, organisasi tersebut akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal program pembangunan desa, dan memastikan kebijakan berjalan selaras hingga tingkat bawah.

Menurutnya, desa memiliki peran strategis karena menjadi basis utama potensi sumber daya alam dan populasi, sehingga pembangunan nasional harus dimulai dari desa.

Sementara itu, Ketua DPD Apdesi Merah Putih Lampung, Lekat Dullah Adiputra menegaskan, komitmen pihaknya untuk mendukung penuh program pemerintah provinsi serta menjaga sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

Ia juga memastikan Apdesi akan melakukan konsolidasi hingga tingkat kabupaten guna memastikan seluruh kebijakan berjalan satu komando dan tepat sasaran.

Melalui berbagai kebijakan tersebut, Pemprov Lampung berharap desa tidak lagi menjadi objek pembangunan, melainkan menjadi subjek utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan penguatan sektor pertanian, peningkatan nilai tambah, serta dukungan infrastruktur dan kelembagaan desa, kesejahteraan masyarakat diharapkan meningkat secara signifikan. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved