Di negeri ini, lolos seleksi bukan selalu soal siapa yang paling siap, tapi kadang siapa yang paling “dekat”. Fenomena ini bukan cerita baru bahkan sudah seperti kearifan lokal yang tidak tertulis. Apalagi jika yang bersangkutan punya hubungan keluarga dengan orang nomor satu di institusi, publik tentu akan refleks bertanya: ini murni prestasi atau prestise keluarga?
Kasus yang menyeret nama M. Indrawan Yachya yang lolos tiga besar seleksi Direktur Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri di Universitas Lampung menjadi contoh menarik. Bukan semata karena siapa beliau, tetapi karena siapa yang ada di lingkar terdekatnya.
Apakah ada intervensi? Apakah ada “angin segar” yang berhembus dari ruang kekuasaan?
Jawabannya sederhana: publik tidak tahu. Dan mungkin memang tidak akan pernah benar-benar tahu.
Karena dalam urusan seperti ini, yang tahu persis barangkali hanya Tuhan bersama “tim audit abadi”-Nya, malaikat Raqib dan Atid yang mencatat tanpa perlu konferensi pers.
Namun, satu hal yang pasti: koneksi memang sering jadi jalan tol. Tapi tetap saja, kalau Tuhan tidak mengizinkan, jalan tol pun bisa macet total. Jadi, antara “orang dalam” dan “izin Tuhan”, sering kali kita bingung mana yang lebih menentukan networking atau net-working dari langit.
Penulis sendiri tidak sedang berbicara dalam ruang hampa. Meski tidak mengenal langsung Lusmeilia Afriani, setidaknya pernah bersinggungan secara tidak langsung dengan lingkaran terdekatnya. Ditambah lagi, di internal kampus, bukan rahasia umum bahwa selalu ada dua kubu: yang mengangguk dan yang mengernyit. Dari dosen fungsional hingga struktural, pro dan kontra adalah bumbu wajib dalam setiap kebijakan.
Penulis juga memiliki pengalaman pribadi yang kiranya relevan sebagai refleksi. Dalam sebuah proses seleksi jabatan di salah satu komisi organisasi pemerintah daerah yang tidak disebutkan untuk menjaga marwah Lembaga penulis pernah berada pada posisi yang, secara akademik, cukup kompetitif.
Pada tahap awal, penulis berhasil melewati tes berbasis CAT dengan hasil yang cukup baik dan berlanjut ke tahap wawancara sebagai penentu akhir. Namun dalam perjalanan menuju tahap tersebut, penulis menangkap adanya dinamika yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan hanya dengan parameter teknis semata.
Berikan Komentar
Olahraga
514
Kominfo LamSel
789
Bandar Lampung
1193
Kominfo Lampung
1239
155
11-Apr-2026
413
11-Apr-2026
514
10-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia