Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Surat Cinta Ridho Ficardo: dari Tetesan Air Mata hingga Pelukan Hangat Keluarga
Lampungpro.co, 19-Jun-2018

Amiruddin Sormin 4451

Share

Saya seperti sedang menuliskannya bersama para buruh yang memeras peluh di siang yang tak kunjung teduh. Saya seperti sedang menuliskannya di saat kita sedang bersama-sama membangun jembatan, membangun jalan, dan menembus tanah-tanah terisolasi di seluruh penjuru Lampung.

Saya seperti sedang menuliskannya di tengah para tukang kayu dan tukang batu yang sedang membangun sekolah, rumah ilmu untuk anak-anak kita. Generasi muda terbaik, generasi penerus Lampung.

Saya bangga, saya bahagia, dan saya terharu. Hati, pikiran, langkah, dan kedua tangan kecil saya ini bersama-sama, Insya Allah atas kehendak Allah swt, ikhlas untuk bekerja dan menyaksikan hadirnya senyum bahagia seluruh masyarakat Lampung.

Bukankah begitu damai melihat senyum tulus dari Suoh hingga Kelumbayan. Bukankah begitu bahagia menyaksikan renyah tawa masyarakat di 15 kota/kabupaten di seluruh Provinsi Lampung.

Bapak dan Ibu, masyarakat di seluruh Lampung. Tiga tahun bukanlah waktu yang terlalu lama. Selain permohonan maaf saya, M. Ridho Ficardo beserta keluarga besar, juga berharap bahwa tiga tahun yang telah berlalu adalah waktu yang penuh makna dan berharga bagi kita semua.

Bapak, Ibu, dan seluruh masyarakat Lampung yang saya hormati. Di Hari Raya yang fitri ini, saya dan guru sekaligus teman juga orang tua saya, Bachtiar Basri, memohon keikhlasan seluruh keluarga besar masyarakat Lampung untuk selalu bersama sama, untuk selalu bergandengan tangan, bersama-sama melihat matahari terbit dan terbenam, bersama-sama makan nasi juga menghirup kopi, dan bersama-sama bekerja membangun Lampung, bersama-sama lima tahun lagi (2019-2024).

Sebelum saya mengakhiri surat ini, mohon sampaikan salam dan cinta saya Muhammad Ridho Ficardo dan cinta Bachtiar Basri kepada Bapak, Ibu, suami, istri, serta seluruh keluarga besar rakyat Lampung. Sekaligus memohon keikhlasan seluruh keluarga besar masyarakat Lampung, dari kota hingga ke desa, dari pantai hingga ke gunung, dari pabrik-pabrik hingga ke ladang ladang untuk mengingat wajah kami di TPS pada 27 Juni 2018.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Langka dan Mahal, Distribusi Ngawur Ala Elpiji...

Kalau pupuk dan BBM distribusinya bisa tertutup, harusnya Elpiji...

268


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved