Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Taman Mini Indonesia Indah Diambil Alih Negara, Begini Harapan dan Pendapat Penggiat Budaya
Lampungpro.co, 08-Apr-2021

Amiruddin Sormin 2044

Share

Plang pengambilalihan TMII di depan pintu masuk utama. LAMPUNGPRO.CO/DOK

Amanah Presiden Soeharto, biaya masuk TMII  dibuat seringan-ringannya, agar masyarakat kecil bisa menikmati. Di setiap peringatan HUT TMII 20 April, TMII menggratiskan biaya masuk. Dengan pengelola yang baru TMII tetap menjadi pusat budaya dan sarana promosi Provinsi Se Indonesia. Wisata edukasi, yang murah dan merakyat. Mempertahankan fungsinya sebagai sarana memberdayakan dan melestarikan budaya bangsa. Mengembalikan fungsi Anjungan Daerah tidak dipakai kegiatan yang sifatnya komersial, harap Dedy.

Mantan karyawan TMII, Arif Djoko Budiono, yang juga penggiat budaya mengharapkan, dengan tata kelola TMII yang baru, dapat melakukan pembaharuan mendasar dan menyeluruh. Pengelola TMII mendatang dapat mewujudkan digital park, dengan tata kelola yang baik (good governance) serta dan menjadi cultural smart park, yang bersih, tertib, dan profesional, ujarnya.

Mitra Baru Mengelola TMII

Pengambilalihan TMII setelah 44 tahun dikelola Yayasan Milik Keluarga Soeharto, dilakukan karena sejumlah alasan. Sebelumnya telah dilakukan audit keuangan dari tim legal Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 

Pemerintah akan menunjuk mitra baru untuk mengelola TMII sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pengelolaan TMII. Yayasan Harapan Kita diberi waktu tiga bulan untuk menyerahkan pengelolaan TMII. 

Adalah Siti Hartinah Soeharto, yang akrab dipanggil Ibu Tien Soeharto, memiliki gagasan membangun kawasan wisata TMII. Prakarsa itu diilhami oleh pidato Presiden Soeharto tentang keseimbangan pembangunan antara bidang fisik-ekonomi dan bidang mental-spiritual. 

Selaku ketua Yayasan Harapan Kita (YHK), yang berdiri pada tanggal 28 Agustus 1968, Ibu Tien Soeharto menyampaikan gagasan pembangunan Miniatur Indonesia pada rapat pengurus YHK pada 13 Maret 1970 di Jalan Cendana No. 8, Jakarta. Bentuk dan sifat isian proyek berupa bangunan utama bercorak rumah-rumah adat daerah yang dilengkapi dengan pergelaran kesenian, kekayaan flora-fauna, dan unsur budaya lain dari masing-masing daerah yang ada di Indonesia. 

1 2 3 4 5

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16209


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved