Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Tepuk Tangan, Air Mata, dan Guru PPPK Paruh Waktu Bandar Lampung
Lampungpro.co, 21-Feb-2026

Admin 304

Share

Pimpinan Media Muhammad Asyihin. Lampungpro.co/doc

Apresiasi layak diberikan. Tidak setiap hari kepala daerah berdiri dan menyampaikan kabar baik yang begitu konkret. Di tengah keluhan panjang soal kesejahteraan guru, meski angka tersebut masih jauh dari kata ideal bahkan belum menyentuh UMK Kota Bandar Lampung yang berada di kisaran Rp3,3 juta namun tetap jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Ketika sebagian guru hanya menerima sekitar Rp500 ribu per bulan dari dana BOS, itu pun dibayarkan per tiga bulan. Pernyataan ini terasa seperti matahari yang muncul setelah hujan birokrasi yang panjang dan melelahkan.

Namun, di negeri ini ada pepatah yang tak pernah tertulis, tetapi sering terjadi: janji yang baik harus tiba tepat waktu agar tidak berubah menjadi cerita. Jangan sampai matang di atas, mentah di bawah. Pimpinan sudah sepakat, tetapi di lapangan justru dipenuhi alasan, cerita, dan kalimat “sedang diproses” yang terlalu sering terdengar.

Senin nanti akan menjadi hari penting. Bukan hanya bagi para guru yang menunggu “pesan cinta” dari ponsel mereka, tetapi juga bagi Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung. Di sanalah kata harus benar-benar menjadi angka, dan angka menjelma saldo. Di sanalah kepercayaan diuji.

Sindiran ini tidak dimaksudkan untuk mencurigai, melainkan mengingatkan dengan cara baik. Sebab anggaran yang sudah ditandatangani tidak boleh tersesat di lorong administrasi. Jangan sampai kabar baik ini diplintir menjadi kabar “nyaris”, atau janji pasti berubah menjadi janji “sedang diusahakan”.

Guru sudah terlalu lama menunggu. Maka kali ini, biarlah harapan benar-benar mendarat dengan mulus. Agar tumbuh kembali rasa percaya, dan bertambah kecintaan para guru PPPK Paruh Waktu kepada para pemimpinnya terutama Wali Kota Bandar Lampung.

Apresiasi pantas diberikan. Tepuk tangan memang layak diterima. Tinggal satu hal kecil yang sesungguhnya sangat besar: realisasi tepat waktu. Dan penulis, bersama banyak mata lain, akan ikut memantau.

Karena bagi guru, gaji bukan sekadar angka. Ia adalah pengakuan. Dan pengakuan yang baik adalah yang ditepati bukan yang hanya bergema meriah di dalam gedung, lalu berhenti sebagai janji belaka. (EdAI)

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved