Suara tepuk tangan dan sorak gembira pecah menggema dari dalam GSG Karya Bakti Herman H.N. Lagi-lagi suara gaduh tetapi kali ini bukan karena amarah, bukan pula karena tuntutan. Ini gaduh yang lahir dari harapan. Sekitar 1.500 guru PPPK Paruh Waktu, termasuk operator dan staf tata usaha sekolah di Kota Bandar Lampung, larut dalam suasana yang sulit dijelaskan dengan kata-kata saat mendengar langsung pernyataan Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana.
Penulis yang berada di luar gedung sempat tertegun. Ada apa di dalam? Mengapa riuhnya terasa berbeda? Ini bukan riuh biasa. Ini riuh kebahagiaan. Sorak “bunda terbaik”, “terima kasih bunda”, dan kalimat-kalimat syukur lain terdengar jelas menembus dinding, menembus pintu. Penulis tahu betul, sebab saat itu hanya bisa duduk di luar. Bukan karena tak ingin ikut merayakan, melainkan karena memang bukan guru. Namun harapan, rupanya, tidak mengenal batas ruangan.
Keriuhan itu makin meninggi ketika disampaikan bahwa apa yang baru saja diucapkan sang wali kota bukan sekadar wacana. Ia akan segera diproses. Mulai Senin depan jika penulis tidak salah menangkap—23 Februari 2026, dengan penegasan paling lambat Selasa. Dan dibayarkan dua bulan sekaligus. Di titik itulah suasana berubah. Tangis mulai terdengar. Bukan tangis yang dibuat-buat, melainkan tangis lega setelah bertahun-tahun menahan beban dalam diam.
Bagi guru PPPK Paruh Waktu, kalimat itu terasa seperti angin segar di ruangan pengap. Seperti air dingin bagi dahaga yang terlalu lama ditahan. Status “paruh waktu” sering kali terasa seperti bekerja penuh, namun hidup setengah. Aktivitas mereka sama seperti guru PNS atau PPPK penuh waktu—datang pagi sekitar pukul tujuh, pulang menjelang sore. Maka ketika ada pengakuan, sekecil apa pun bentuknya, ia terasa sangat besar di hati.

Janji itu akhirnya disebutkan dengan terang: penghasilan bulanan sebesar Rp1,5 juta, dibayarkan dua bulan sekaligus, dan ditransfer langsung ke rekening masing-masing. Tepuk tangan kembali pecah saat disampaikan bahwa anggaran telah ditandatangani dan diserahkan ke Dinas Pendidikan untuk diproses. Di titik ini, optimisme terasa nyata bukan janji yang diplintir, melainkan komitmen yang katanya sudah dikunci.
Berikan Komentar
Bank Lampung
503
Lampung Selatan
733
Kominfo Lampung
730
Lampung Selatan
744
140
21-Feb-2026
196
21-Feb-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia