Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Tim Dosen Polinela Kembangkan Monopoli Gizi untuk Pelajar
Lampungpro.co, 16-Sep-2026

Sandy 1014

Share

Dosen Polinela saat mengajarkan monopoli sebagai media edukasi gizi | LAMPUNGPRO.CO/Ist

METRO (Lampungpro.co) : Edukasi tentang makanan bergizi bagi remaja tidak selalu harus dilakukan melalui metode pembelajaran konvensional. Tim dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mencoba pendekatan berbeda dengan memanfaatkan permainan Monopoli sebagai media edukasi gizi sekaligus mengajak siswa lebih sadar terhadap makanan yang terbuang.

Inovasi tersebut dikembangkan melalui penelitian bertajuk GEMBIRA GIZI (Gamifikasi Edukasi Makan Bergizi dan Anti Sisa Makanan) melalui Permainan Monopoli Gizi pada Remaja di Kota Metro.

Penelitian ini dilakukan tim dosen Program Studi Sarjana Terapan Gizi Klinis Polinela yang diketuai Yunilla Prabandari, S.Gz., M.Gizi, bersama Devi Elvina Rachma, S.Gz., M.Gz. dan Yeti Rahelli, M.K.M.

Sebanyak 70 siswa kelas IX SMP Negeri 2 Metro dilibatkan dalam penelitian tersebut. Para siswa kemudian dibagi menjadi dua kelompok dengan masing-masing terdiri dari 35 orang.

Kelompok pertama mendapatkan edukasi gizi menggunakan media permainan Monopoli Gizi. Sementara kelompok lainnya memperoleh materi edukasi melalui metode konvensional dengan menggunakan leaflet.

Tidak hanya mengukur pemahaman siswa, tim peneliti juga melakukan penimbangan terhadap sisa makanan sebelum dan setelah pemberian edukasi. Evaluasi kemudian dilakukan satu bulan setelah intervensi untuk melihat perubahan yang terjadi.

Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan yang bermakna, terutama pada tingkat pengetahuan siswa yang mengikuti edukasi menggunakan permainan Monopoli Gizi.

Ketua tim peneliti, Yunilla Prabandari, mengatakan penggunaan permainan merupakan upaya menghadirkan metode edukasi yang lebih dekat dengan karakter remaja. Melalui konsep gamifikasi, materi mengenai gizi diharapkan tidak terasa monoton sehingga lebih mudah diterima siswa.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Gabah Dilarang Keluar, Tapi Mengapa Masih Bisa...

Mengapa pembeli dari luar Lampung mampu menawarkan harga gabah...

7951


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved