Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Transportasi Massal Bandar Lampung: Masih Jadi Kebutuhan, Belum Jadi Kebijakan
Lampungpro.co, 23-Apr-2026

Admin 329

Share

Pimpinan Media Muhammad Asyihin. Lampungpro.co/doc

Masih ada anak sekolah yang berjalan kaki cukup jauh. Masih ada yang berdesakan di angkot yang jumlahnya makin hari makin “langka”, seperti spesies yang terancam punah. Bahkan, kalau mau jujur, fenomena “bergelantungan” itu belum benar-benar punah hanya berganti generasi.

Bedanya, sekarang pilihan memang terlihat lebih banyak. Ada Gojek, ada Grab. Tapi pilihan itu tidak selalu ramah di kantong semua orang. Ongkos yang bagi sebagian orang “normal”, bagi yang lain bisa jadi “mikir dua kali atau jalan kaki saja sekalian sehat”.

Di sisi lain, kita juga melihat fenomena menarik: parkiran sekolah yang mulai menyerupai showroom mini. Motor berjejer, bahkan mobil pun tak kalah. Ini seperti memberi sinyal halus atau mungkin terlalu halus bahwa “transportasi bukan masalah lagi”.

Padahal, itu hanya sebagian cerita. Yang punya kendaraan memang terbantu. Tapi yang tidak? Mereka tetap berada di cerita lama yang belum selesai ditulis ulang.

Di titik ini, muncul pertanyaan sederhana tapi agak “mengganggu”: apakah karena sebagian sudah mampu, lalu yang belum dianggap bisa menyusul sendiri?

Transportasi publik sering dipandang sebagai proyek mahal. Benar, membangun sistem itu tidak murah. Tapi mungkin kita perlu menggeser cara pandang: ini bukan soal untung-rugi seperti berdagang di Pasar Pasir Gintung. Ini soal layanan dasar.

Kalau jalan bisa dibangun tanpa harus menghasilkan uang langsung, kenapa transportasi publik harus selalu ditanya “balik modalnya kapan?”

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved