Lima kali pergantian kepemimpinan dalam 27 tahun seharusnya cukup untuk minimal satu hal: perubahan nyata. Tidak harus langsung sehebat kota besar dunia, tapi setidaknya ada sistem yang membuat pelajar tidak perlu memilih antara terlambat atau bergelantungan.
Tidak perlu menyebut siapa yang paling bertanggung jawab apakah pemerintah kota atau provinsi. Karena pada akhirnya, masyarakat tidak naik “kewenangan”, mereka naik kendaraan.
Dan kendaraan itu, sampai hari ini, masih belum cukup hadir untuk semua.
Mungkin kita tidak perlu mimpi terlalu tinggi. Tidak harus kereta cepat, tidak harus sistem canggih berbasis kartu pintar. Cukup transportasi yang layak, terjangkau, dan pasti ada. Itu saja dulu.
Karena kalau 27 tahun lalu pelajar harus bergelantungan karena tidak ada pilihan, lalu hari ini masih ada yang melakukan hal yang sama, berarti yang berjalan bukan sistem transportasinya melainkan waktu yang berputar di tempat.
Semoga pemimpin saat ini adalah pemimpin visioner yang mau mendengar, bukan didengar. (EdAI)
Berikan Komentar
KOPI PAHIT
564
Kominfo LamSel
752
Kominfo LamSel
940
Bandar Lampung
681
194
23-Apr-2026
346
23-Apr-2026
564
23-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia