Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Banyak yang Lulus, Tapi Siapa yang Siap? Catatan untuk Prodi Manajemen
Lampungpro.co, 28-Apr-2026

Admin 268

Share

Pimpinan Media Muhammad Asyihin. Lampungpro.co/doc

Setiap tahun, ribuan mahasiswa Prodi Manajemen diwisuda. Senyum lebar, toga rapi, foto keluarga berjejer. Semua terlihat baik-baik saja. Namun beberapa bulan setelah itu, realitas mulai terasa: tidak sedikit yang masih bingung mau kerja apa, ke mana harus melangkah, bahkan sekadar “yang penting kerja dulu”.

Ini bukan cerita satu dua orang. Ini fenomena yang berulang.

Lalu muncul pertanyaan yang cukup menohok: kalau Manajemen jadi jurusan favorit, kenapa lulusannya banyak yang kesulitan masuk dunia kerja? Jawabannya tidak sesederhana “lapangan kerja sedikit”. Kalau mau jujur, ada yang belum beres dan kampus tidak bisa lepas tangan begitu saja.

Prodi Manajemen selama ini seperti “jualan paling laris” di kampus. Peminatnya banyak, kelas selalu penuh, dan dari sisi institusi ini tentu menguntungkan. Tapi justru di situ letak jebakannya. Ketika sesuatu terlalu nyaman, evaluasi sering kali berjalan setengah hati. Yang penting mahasiswa masuk, kuliah jalan, lalu lulus. Urusan setelah itu seolah bukan lagi tanggung jawab.

Padahal konsep seperti Outcome-Based Education sudah lama dikenal. Sederhananya, kampus tidak cukup hanya meluluskan, tapi juga harus memastikan lulusannya benar-benar siap dan punya arah.

Di sisi lain, cara mahasiswa dibentuk juga ikut menentukan. Anak Manajemen belajar banyak hal: marketing, keuangan, sumber daya manusia, operasional. Sekilas terlihat lengkap, bahkan terkesan unggul. Tapi di dunia kerja, “serba bisa” sering kali justru berarti “tidak terlalu ahli di satu hal”.

Perusahaan hari ini cenderung lebih tegas. Butuh digital marketer, mereka cari yang benar-benar paham iklan online. Butuh analis, mereka cari yang bisa membaca data. Butuh bagian keuangan, mereka cari yang teknis dan detail. Di titik ini, lulusan manajemen sering berada di posisi tanggung tahu banyak, tapi belum cukup dalam untuk langsung dipakai.

Akhirnya terjadi apa yang disebut sebagai Mismatch Tenaga Kerja. Lowongan ada, lulusan juga banyak, tapi tidak saling bertemu. Ini bukan semata soal jumlah pekerjaan, melainkan soal kecocokan kemampuan.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved