SEMARANG (Lampungpro.com): Guna menggenjot penelitian sesuai visi sebagai universitas riset, Universitas Diponegoro Semarang menambah alokasi anggaran menjadi sekitar Rp40 miliar. "Sebagai universitas riset, kami memang menambah anggaran untuk penelitian sangat besar. Tahun-tahun lalu biasanya Rp5 miliar sampai Rp8 miliar," kata Rektor Undip Prof Yos Johan Utama, di Semarang, Kamis (9/3/2017).
Dengan dana riset yang besar, kata dia, para peneliti juga dituntut untuk menghasilkan riset yang dipatenkan, terutama hasil penelitian yang bisa dijadikan sebagai barang industri. Demikian pula mengenai publikasi ilmiah internasional di kebanyakan perguruan tinggi yang memang masih sedikit, lanjut dia, meski ada sejumlah perguruan tinggi yang jumlah karya ilmiahnya banyak. "Namun, secara nasional jumlahnya (publikasi ilmiah internasional). Kami dorong dosen-dosen untuk semakin giat meneliti dan menulis, termasuk memberikan insentif terhadap peneliti," kata dia, dirilis Antara.
Yos Johan menyebutkan, saat ini, Undip telah memiliki 1.442 tulisan di jurnal internasional. Guna untuk semakin menggiatkan budaya meneliti dan menulis akan diberikan bantuan Rp25 juta/karya ilmiah. "Untuk bisa menulis jurnal ilmiah internasional, kan dimulai dari penelitian-penelitian. Makanya, kami terus genjot," kata Guru Besar dan mantan Dekan Fakultas Hukum (FH) Undip tersebut.
Sejalan dengan itu, Yos juga meminta para dosen untuk menyikapi secara bijak atas munculnya Peraturan Menristekdikti Nomor 20/2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor. Permen itu mewajibkan setiap dosen dengan jabatan fungsional guru besar atau profesor, dan lektor kepala untuk menghasilkan karya tulis ilmiah internasional sebagai pertanggungjawaban tunjangan yang diterimanya.
Aturan itu disertai pula dengan sanksi yang akan diterapkan berupa penghentian tunjangan apabila tidak memenuhi persyaratan itu. "Sebaiknya dosen-dosen tidak perlu terlalu bereaksi dulu terhadap aturan yang bisa membawa kebaikan itu. Mengingat, selama ini jumlah publikasi internasional di Indonesia minim dibanding negara lain di Asean, kata dia. (*/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
15717
EKBIS
8283
Bandar Lampung
5670
Bandar Lampung
4025
Bandar Lampung
3882
131
03-Apr-2025
232
03-Apr-2025
251
03-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia