Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Wakil Gubernur Lampung Dorong Penanganan Flu Burung di Lampung Diperkuat
Lampungpro.co, 24-Jun-2026

Febri 232

Share

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela | Lampungpro.co/Dok Kominfo

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memperkuat kesiapsiagaan, untuk menghadapi ancaman penyakit zoonosis atau flu burung, melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela mengatakan, pengalaman pandemi Covid-19 memberikan pelajaran penting bahwa kedaruratan kesehatan masyarakat, yang tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tapi juga memengaruhi perekonomian, pendidikan, mobilitas masyarakat, ketahanan sosial, hingga kapasitas fiskal pemerintah.

"Keberhasilan pengendalian wabah sangat ditentukan oleh kecepatan deteksi kasus, ketepatan notifikasi, serta koordinasi yang kuat antarinstansi dan lintas sektor," kata Jihan Nurlela dalam acara Training of Trainer (ToT) Investigasi Terkoordinasi Kasus Flu Burung Menggunakan Joint Outbreak Investigation (Join) Tool Provinsi Lampung Tahun 2026 di Hotel Swissbell Lampung, Senin (22/6/2026).

Jihan menekankan, ancaman flu burung perlu mendapat perhatian serius, karena bukan sekadar persoalan kesehatan hewan, melainkan bagian dari ancaman kesehatan masyarakat yang membutuhkan kesiapsiagaan bersama. 

Untuk itu, pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan, menjadi kebutuhan operasional yang harus diterapkan secara nyata.

Ketika sinyal risiko muncul pada unggas maupun lingkungan, maka investigasi harus dilakukan secara terpadu dan cepat. Oleh karena itu, koordinasi menjadi kunci dalam setiap upaya pencegahan dan pengendalian.

Menurutnya, investigasi wabah harus mencakup penelusuran epidemiologis, pengambilan dan pemeriksaan spesimen, identifikasi faktor risiko, komunikasi risiko kepada masyarakat, hingga pengambilan keputusan berbasis bukti. 

Seluruh proses tersebut membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, sektor peternakan, dan pemangku kepentingan lainnya.

JOIN Tool menjadi instrumen penting dalam memperkuat investigasi terkoordinasi, karena mampu membangun pemahaman situasi yang sama di antara berbagai sektor. 

Data yang dikumpulkan tidak boleh berhenti sebagai laporan sektoral, tetapi harus menjadi dasar respons bersama yang cepat, tepat, dan akuntabel.

Jihan menilai, Lampung memiliki posisi strategis dalam upaya penguatan kewaspadaan zoonosis, di mana selain memiliki aktivitas peternakan yang tinggi, Lampung juga menjadi salah satu daerah pemasok ternak dan produk peternakan dengan mobilitas manusia maupun barang yang cukup intensif.

Lampung memiliki aktivitas peternakan, perdagangan, dan konektivitas antarwilayah yang tinggi. Oleh karena itu, kapasitas deteksi dini dan respons terhadap penyakit zoonosis harus terus diperkuat. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved