Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Apakah Anda Penikmat Kopi?
Lampungpro.co, 15-Dec-2017

Lukman Hakim 1393

Share

Lampungpro.com, Portal berita Lampung, Portal Berita Online Lampung, Situs Berita Online Lampung, Berita Online Lampung Terdepan, Berita Online Lampung Terkini, Situs Berita Pembangunan Lampung, Situs Berita Pariwisata Lampung, Situs Berita Pendidikan Lampung, Portal Berita Politik Lampung, Portal Berita Nasional Lampung, Portal Berita Olahraga Lampung, Portal Berita Lampung Terkini, Berita Bisnis Lampung Terdepan, Berita Politik Lampung Terkini, Persiapan Asean Games, Berita Asian Games Terkini

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Saya adalah penyuka dan penikmat kopi. Terutama jika bubuk kopi yang hitam dan wangi berasal dari biji-biji kopi yang dihasilkan kebun kopi milik keluarga. Biji kopi yang dibuat langsung di wajan besi membuat kopi tradisional buatan keluarga saya, terutama ibu saya, terasa lebih nikmat dari kopi manapun. Wanginya yang khas dan rasanya yang murni membuat keluarga kami selalu membuat bubuk kopi sendiri dari kopi yang di panen di kebun sendiri.

Di keluarga saya, kopi hitam kental manis selalu terhidang setiap pagi menjelang segala aktivitas akan dimulai. Menikmati segelas kopi dengan asapnya yang masih mengepul, beradu dengan embun dipagi hari dan aroma bumi yang khas membuat jiwa lebih bersemangat. Kopi sangat sedap jika dinikmati bersama pisang goreng yang juga di masak sendiri. Hmm.. nikmat, murah meriah dan menjadikan suasana kebanyakan keluarga petani kopi diindonesia memulai pagi mereka.

Saya belajar minum kopi sedari kecil. Mulanya dari icip-icip seruput dari gelas kopi milik bapak, kakak atau paman saya. Hingga kemudian saya biasa membuat segelas kopi sendiri dengan takaran yang telah di ajarkan keluarga saya. Dan pada akhirnya, karena saya telah mewarisi resep tersebut, setiap ada tamu yang berkunjung kerumah, saya selalu diminta untuk membuat beberapa cangkir kopi untuk menghormati mereka. Sampai bertahun-tahun kemudian segelas kopi harus selalu menemani saya setiap kali harus lembur belajar agar mata tetap terjaga.

Meskipun kemudian saya mencicipi aneka rasa kopi, terutama kopi instan bercitarasa internasional, atrau secangkir kopi (keren) disebuah kafe, saya tetap mencintai kopi hitam yang murni dan mengikat hati. Saya selalu merindukan asap yang wangi dari secangkir kopi hitam yang dinikmati bersama-sama dengan keluarga dipagi hari atau dimusim hujan. Saya selalu merindukan kopi tradisional (terutama wangi khasnya yang memikat), meski secara fisik tidak keren dan tidak dijual dikafe-kafe, tapi saya tahu itulah kopi yang sejati.

Bicara kopi, maka kita bicara mengenai posisi kopi didunia internasional. Pada awalnya, kopi bukanlah tanaman asli Indonesia melainkan berasal dari Afrika tepatnya di Ethiopia. Namun, setelah penjajah belanda membawa bibit kopi ke Indonesia dan membangun perkebunan kopi diberbagai daerah diindonesia., kopi kemudian  dikenal sebagai tanaman Indonesia dan menjadi komoditas ternama untuk ekspor. Kopi ditanam diberbagai tempat diindonesia, terutama dihutan dataran rendah dan dataran tinggi yang memiliki tanah yang baik dan curah hujan yang cukup.

Hingga saat ini Indonesia merupakan Negara keempat terbesar penghasil kopi didunia setelah Brazil, kolumbia dan Vietnam. Ekspor kopi Indonesia mencapai 350 ton pertahun dengsan rincian 85% jenis robusta dan 15% jenis Arabika yang ditujukan ke lebih dari 50 negara diseluruh dunia. Pintu ekspor kopi Indonesia terdapat di 3 titik yaitu: Pelabuhan Belawan di Sumatera Utara untuk kopi Arabika sumatera, Pelabuhan Panjang di Lampung untuk kopi robusta Indonesia, dan Pelabuhan Tanjung Perak di Jawa Timur untuk kopi Arabika dan robusta yang dihasilkan oleh jawa timur dan provinsi-provinsi diindonesia bagian timur. Hingga saat ini Negara-negara seperti amerika, jerman, jepang, italia dan inggris merupakan konsumen utama kopi Indonesia.

Dari 14 provinsi penghasil kopi, lampung berda di peringkat pertama penghasil kopi robusta di Tanah air dengan produksi sekitar 140.000150.000 ton per tahun. Lampung juga selama ini dikenal sebagai salah satu produsen utama kopi Indonesia dan pintu gerbang ekspor kopi Indonesia. Areal kopi robusta di Lampung seluas 163.000 ha, dan petani yang terlibat dalam budidaya kopi sebanyak 200.000 kepala keluarga. Meski harga kopi dipasar internasional selalu menglami fluktusi. Namun,  namun volume ekspor kopi robusta selalu mengkat terutama kopi lampung. Bahkan ketika dunia diland krisis global pada tahun 2008, ekspor kopi lampung tetap naik dan mengjhasilkan 586,5 juta dolar Amerika Serikat (AS).

Kopi Lampung sebagian besar dihasilkan dari perkebunan-perkebunan petani atau rakyat terutama di Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus, dan Lampung Tengah. Selain di ekspor, kopi Lampung juga dijadikan komoditas dalam negri. Di samping diolah oleh industri besar, kopi lampung juga diolah oleh industri rumahan dengan merek dagang masing-masing. Ada banyak merek kopi Lampung yang dijual pasaran, dan setiap merek memiliki penggemarnya tersendiri dibeberapa toko modern, saya seringkali menjumpai kopi Lampung merek kapal api, cap bola dunia dan sebagainya. Bahkan banyak petani yang kini membuat kopi lampung organik hingga kopi rasa strawberry. Jika keluarga saya kehabisan stok kopi bubuk di rumah, maka kopi yang dicari adalah kopi siger.

Keistimewaan kopi Lampung bahkan telah membuat didi kempot, seorang musisi Indonesia, jatuh hati dan membuat sebuah lagu tentang kopi Lampung berbahasa Jawa ini saya pikir memiliki alasan yang logis. Selain kebanyakan petani kopi di Lampung adalah suku Jawa juga karena masyarakat Jawa yang pernah mencicipi kopi Lampung selalu ingin kembali ke Lampung. Kopi Lampung telah membuat penikmatnya terbiur. Tak heran jika ingat kopi ingat Lampung, ingat Lampung ingat kopi.

Lalu bagaimana cara untuk menyukai dan mencintai kopi? Ya, kopi memang bukanlah kekasih yang mudah membuat jatuh hati. Kopi adalah tanaman ajaib yang dengan luar biasa member kenikmatan tanpa batas. Tapi, hal ini tentu tidak biasa dirasakan semua orang yang tidak mengenalnya dan tidak mencitainya. Beberapa orang tidak menyukai kopi hanya karena rasanya yang pahit. Ada pula yang takut kepada kopi dikarenakan mitos tertenu yang bisa membuat susah tidur bahkan gangguan kesehatan. Padahal jika dikenali dan dipelajari kopi banyak sekali member kebaikan yang sudah diuji dan di teliti  para ahli dunia kesehatan.

Berikut ini terdapat 3 cara sederhana untuk mencintai kopi bagi pemula.

  1. Kenali Asal Mulanya

Untuk bisa jatuh cinta dan seseorag tertentu kita harus mengetahui apa saja tentang dirinya. Begitupun dengan tanaman kopi ini. Cari tahu dari mana dia berasal, dimana saja dia biaas tumbuh dan bagaimana dia berproses. Lalu sebagai orang yang tinggal diindonesia, kamu harus mencari tahu bahwa kopi yang kita miliki adalah salah satu kopi terbaik di dunia. Bahkan kita adalah salah satu penghasil kopi terbesar. Kenali asal mula kopi, kenali segala hal yang berhubungan dengannya. Dengan mengetahui sejarah dan asal mula, mungkin saja perlahan anda bisa jatuh cinta.

 

  1. Cari Tahu Manfaatnya

Kamu tentu tidak mau mengonsumsi sesuatu yang tidak baik untuk tubuhmu. Oleh Karen itu, mencari tahu manfaat kopi jika dikonsumsi adalah salah satu cara sederhana agar bisa mencintai kopi. Sebuah hubungan yang tidak bermanfaat tidak layak untuk dipertahankan. Begitu juga dengan kopi, cari tahu dulu kandungan apa yang ada didalamnya dan apa-apa saja kebaikan yang bias kamu dapatkan jika rutin mengonsumsi kopi.

 

  1. Nikmati Cita Rasanya

Kopi adalah soal rasa dalam tiap teguk. Jadi jika kamu pemula dan tidak terbiasa mengonsumsi kopi hitam tanpa gula, sebaikanya nikmati dulu kopi-kopi yang disajikan dengan beragam campuran. Dan juga jangan malu untuk menambahkan gula pada kopimu jika kamu belum terbiasa dengan rasanya. Perlahan saja nikmati cita rasanya yang sesuai dengan seleramu. Jangan terpengaruh suara sumbang yang mengatakan kopi tidak layak di campur gula dan susu. Karena seiring waktu kamu juga akan menikmati beragam menu kopi dengan rasa lebih kaya.

 

Banyak jenis kopi yang diproduksi terutama kopi luwak, kopi primadona dunia yang asli produk Indonesia. Bagi petani kopi, kopi luwak telah ada sejak zaman belanda yang hanya diproduksi sedikit oleh petani. Para petani di lampung barat dan Sumatra selatan biasa ngelahang atau mengumpulkan biji-biji kopi luwak yang bertebaran di tanah, ranting dan reremputan dikebun kopi pada musim panen kopi. Para petani mengolahnya dan menjadikannya kopi bubuk untuk konsumsi sendiri, karena jumlahnya sedikit. Bahkan keluarga saya sering bercerita bahwa mereka sering menemukan biji-biji kopi luwak bertaburan di dahan-dahan kopi dikebun kami, namun kami tak berniat mengolahnya.

 

Kopi Lampung yang kini menjadi Primadona dunia adalah kopi luwak, terutama asal kabupaten lampung barat. Kopi luwak yang sebelumnya dianggap menjijikan, kini menjadi primadona baik dipasar nasional maupun internasional. Selain karena rasanya unik, juga proses permentasi biji kopi dalam perut luwak yang di anggap alami membuat kopi kian digemari. Bahkan, para jurnalis internsional seperti dari Los Angeles time langsung menjumpai petani kopi luwak dilampung barat untuk mencari tahu proses pembuatan kopi luwak.

 

Berkenaan dengan hal ini, semoga produk primadona Indonesia ini dapat membantu produk Indonesia khususnya kopi menjadi komoditas unggulan ekspor dan membrikan kontribusi bagi kesejahtreraan petani. Bagiku, bagi keluargaku, bagi keluarga petani, dan bagi para penggemar kopi diseluruh Indonesia, kopi adalah penyemangat. Kopi adalah minuman murah meriah, yang bisa diolah tanpa pengawet dan tak memerlukan kemasan yang membuat lingkungan dipenuhi sampah. Tentunya, kewilayah Indonesia bagian manapun anda singgah, segelas kopi akan terhidang untuk anda. Kopi kebanggaan Indonesia, kopi paling Indonesia.

Tomi Satriya

Finalis 20 Besar Duta Baca Mahasiswa Lampung 2017

 

 

 

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved