Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Dosen Polinela Ciptakan Teknologi Pengering Ikan Asin Berbasis Energi Surya di Pesawaran
Lampungpro.co, 18-Sep-2026

Sandy 419

Share

Alat pengering ikan asin ciptaan dosen Polinela | LAMPUNGPRO.CO

PESAWARAN (Lampungpro.co) : Tim dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengembangkan teknologi pengering ikan asin berbasis tenaga surya yang dirancang tertutup untuk membantu meningkatkan higienitas sekaligus menjaga keberlangsungan produksi kelompok pengolah ikan asin di Kabupaten Pesawaran.

Inovasi tersebut diterapkan melalui Solar Dryer with Reversible Trays bagi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Teladan di Dusun Warna Sari, Desa Durian, Kecamatan Padang Cermin. Alat ini dirancang memanfaatkan panas matahari secara pasif tanpa menggunakan komponen listrik aktif seperti blower maupun pemanas.

Teknologi tersebut diharapkan menjadi solusi atas kendala yang selama ini dihadapi anggota KUB Teladan. Sebelumnya, proses pengeringan ikan asin masih dilakukan secara konvensional menggunakan para-para waring di ruang terbuka.

Metode tersebut membuat ikan berisiko terpapar debu, serangga, maupun kotoran selama proses pengeringan. Selain persoalan kebersihan, produksi juga sangat bergantung pada kondisi cuaca sehingga aktivitas pengeringan dapat terhenti ketika hujan turun.

Kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap kualitas produk dan pendapatan 10 anggota KUB Teladan yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga dari keluarga nelayan.

Melalui alat pengering yang dikembangkan Polinela, ikan asin dapat tetap memanfaatkan panas matahari tanpa harus bersentuhan langsung dengan lingkungan luar. Seluruh bagian ruang pengering dilengkapi penutup transparan berbahan polikarbonat dengan UV stabilizer.

Penutup tersebut memiliki dua fungsi. Selain membantu menangkap panas matahari melalui efek rumah kaca, material tersebut juga menjadi pelindung dari debu, serangga, dan air hujan selama proses pengeringan.

Penggunaan sistem pasif membuat alat tidak memerlukan pasokan listrik untuk menghasilkan panas maupun menggerakkan blower. Dengan demikian, biaya operasional dapat ditekan dan teknologi tersebut lebih sesuai untuk diterapkan pada skala usaha mikro.

Keunggulan lainnya terdapat pada sistem rak screen yang dapat dibalik atau reversible. Alat dilengkapi tiga lapis rak yang dapat diputar menggunakan mekanisme pillow block bearing, sehingga ikan dapat dikeringkan pada kedua sisi tanpa harus sering disentuh secara langsung.

Sistem tersebut sekaligus mendukung proses pengeringan yang lebih merata dan membantu menjaga kebersihan produk selama berada di dalam ruang pengering.

Saat ini, proses fabrikasi alat telah rampung secara fisik. Sebelumnya, tim terlebih dahulu melakukan survei kebutuhan dan kunjungan lapangan untuk menyesuaikan rancangan alat dengan kondisi serta kebutuhan produksi mitra.

Setelah fabrikasi selesai, tim memasuki tahap uji kosong dengan melakukan pengukuran suhu dan kelembapan di dalam ruang pengering tanpa menggunakan produk ikan asin. Pengujian tersebut dilakukan untuk mengetahui performa termal alat sebelum digunakan dalam pengujian dengan beban produk.

Selama tiga hari pengujian, suhu di dalam ruang pengering tercatat konsisten lebih tinggi dibandingkan suhu udara di luar. Pada periode tengah hari, suhu di dalam alat mencapai sekitar 44 hingga 46 derajat Celsius.

Selain suhu, tim juga mengukur kelembapan relatif atau relative humidity (RH) sebagai salah satu indikator kondisi ruang pengering. Pengukuran dilakukan menggunakan perangkat digital di dalam alat dan pengukuran pembanding menggunakan higrometer bola basah dan bola kering di luar ruangan.

Hasil pengukuran awal menunjukkan terdapat perbedaan kelembapan sekitar 15 hingga 20 poin persentase antara kondisi udara di luar dan di dalam ruang pengering. Kondisi tersebut menunjukkan ruang pengering mampu menciptakan lingkungan dengan kelembapan lebih rendah dibandingkan udara sekitar, yang secara teoritis mendukung proses pengeringan.

Ketua tim pengabdian, Melidawati, M.T., mengatakan inovasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu mempercepat proses pengeringan, tetapi juga menjadi upaya meningkatkan kebersihan produk ikan asin.

“Selama ini ikan dijemur tanpa perlindungan apa pun, sehingga rentan terkontaminasi. Dengan ruang pengering yang tertutup, ikan tetap mendapatkan panas matahari, tetapi terlindungi dari debu dan serangga,” ujar Melidawati.

Setelah tahap uji kosong selesai, tim akan melanjutkan dengan uji berbeban menggunakan sampel ikan asin. Tahapan berikutnya mencakup serah terima alat kepada mitra, sosialisasi, serta pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan alat bagi anggota KUB Teladan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat DIPA Polinela. Selain penerapan teknologi pengering ikan asin, program juga mencakup pendampingan dalam aspek manajemen usaha, pengembangan kemasan, hingga pemasaran digital.

Tim pelaksana diketuai Melidawati, M.T., dengan anggota Wahyu Kamilatul Fauziah, S.TP., M.T., yang menangani perancangan sistem mekanik reversible trays dan pengujian kinerja alat.

Selanjutnya, Husniati Marni bertanggung jawab dalam sosialisasi dan pelatihan penggunaan alat, Randi Anggit Wibisono pada fabrikasi dan instalasi, serta Amelia Sri Rezki yang menangani analisis mutu produk ikan asin dan penyusunan artikel publikasi.

Kegiatan tersebut juga melibatkan tiga mahasiswa, yakni I Komang Didit Andika, Putra Ali Muhammad Aji Alkausar dan Julia Fitriyani, yang membantu kegiatan lapangan, pengumpulan data, serta dokumentasi. Sementara proses fabrikasi alat turut didukung teknisi Laboratorium Mekanisasi Pertanian, M. Yusfiar Karfiandi.

Tim Polinela berharap teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh KUB Teladan untuk meningkatkan kualitas proses produksi ikan asin. Pemanfaatan energi matahari yang tersedia secara alami juga diharapkan dapat membantu menekan biaya operasional sekaligus mengurangi ketergantungan produksi terhadap kondisi cuaca.

Program ini terlaksana melalui dukungan pendanaan DIPA Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Lampung, sebagai bagian dari upaya perguruan tinggi menghadirkan teknologi tepat guna yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (***)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Gabah Dilarang Keluar, Tapi Mengapa Masih Bisa...

Mengapa pembeli dari luar Lampung mampu menawarkan harga gabah...

8437


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved