Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Dosen Polinela Ciptakan Teknologi Pengering Ikan Asin Berbasis Energi Surya di Pesawaran
Lampungpro.co, 18-Sep-2026

Sandy 265

Share

Alat pengering ikan asin ciptaan dosen Polinela | LAMPUNGPRO.CO

PESAWARAN (Lampungpro.co) : Tim dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengembangkan teknologi pengering ikan asin berbasis tenaga surya yang dirancang tertutup untuk membantu meningkatkan higienitas sekaligus menjaga keberlangsungan produksi kelompok pengolah ikan asin di Kabupaten Pesawaran.

Inovasi tersebut diterapkan melalui Solar Dryer with Reversible Trays bagi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Teladan di Dusun Warna Sari, Desa Durian, Kecamatan Padang Cermin. Alat ini dirancang memanfaatkan panas matahari secara pasif tanpa menggunakan komponen listrik aktif seperti blower maupun pemanas.

Teknologi tersebut diharapkan menjadi solusi atas kendala yang selama ini dihadapi anggota KUB Teladan. Sebelumnya, proses pengeringan ikan asin masih dilakukan secara konvensional menggunakan para-para waring di ruang terbuka.

Metode tersebut membuat ikan berisiko terpapar debu, serangga, maupun kotoran selama proses pengeringan. Selain persoalan kebersihan, produksi juga sangat bergantung pada kondisi cuaca sehingga aktivitas pengeringan dapat terhenti ketika hujan turun.

Kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap kualitas produk dan pendapatan 10 anggota KUB Teladan yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga dari keluarga nelayan.

Melalui alat pengering yang dikembangkan Polinela, ikan asin dapat tetap memanfaatkan panas matahari tanpa harus bersentuhan langsung dengan lingkungan luar. Seluruh bagian ruang pengering dilengkapi penutup transparan berbahan polikarbonat dengan UV stabilizer.

Penutup tersebut memiliki dua fungsi. Selain membantu menangkap panas matahari melalui efek rumah kaca, material tersebut juga menjadi pelindung dari debu, serangga, dan air hujan selama proses pengeringan.

Penggunaan sistem pasif membuat alat tidak memerlukan pasokan listrik untuk menghasilkan panas maupun menggerakkan blower. Dengan demikian, biaya operasional dapat ditekan dan teknologi tersebut lebih sesuai untuk diterapkan pada skala usaha mikro.

1 2 3 4

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Gabah Dilarang Keluar, Tapi Mengapa Masih Bisa...

Mengapa pembeli dari luar Lampung mampu menawarkan harga gabah...

8398


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved