Selain itu, efisiensi penggunaan pakan juga menunjukkan hasil positif. Nilai konversi ransum pada kelompok yang mendapatkan perlakuan NAE tercatat 3,87, lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol sebesar 4,65.
Nilai konversi ransum yang lebih rendah menunjukkan penggunaan pakan yang lebih efisien untuk menghasilkan telur.
Menurut Rikardo, hasil tersebut menjadi peluang untuk pengembangan teknologi pakan dan pemeliharaan unggas, khususnya bagi peternak yang menghadapi persoalan cekaman lingkungan.
“Ini menjadi terobosan yang menarik untuk dikembangkan lebih lanjut, khususnya bagi pelaku usaha unggas petelur yang rentan terhadap tekanan lingkungan,” ujar Rikardo.
Fokus Berikutnya pada Kualitas Telur
Setelah memperoleh hasil awal terkait produktivitas, tim peneliti selanjutnya akan mengembangkan penelitian pada aspek kualitas produk hewani.
Evaluasi berikutnya akan diarahkan untuk mengetahui pengaruh pemberian NAE terhadap kualitas telur dan karkas. Hasil tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas produk hewani sekaligus mendukung upaya ketahanan pangan nasional.
Berikan Komentar
Pernyataan seorang anggota DPR yang mengatakan masih ada ASN...
14498
Lampung Utara
667
Polinela
746
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia