Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

DPRD Bandar Lampung Apresiasi Smart BRT ITERA, Dorong Jadi Pilot Project
Lampungpro.co, 29-Apr-2026

Sandy 368

Share

Ketua Komisi III Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi, A.Md. | LAMPUNGPRO.CO

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama pihak Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menyusul mulai beroperasinya layanan transportasi publik cerdas Smart BRT Itera dengan rute Kampus Itera–Mall Boemi Kedaton.

Rapat tersebut tidak hanya menjadi forum evaluasi awal terhadap operasional layanan, tetapi juga membuka ruang diskusi lebih luas mengenai masa depan transportasi publik di Kota Bandar Lampung yang dinilai masih membutuhkan pembenahan secara menyeluruh.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi, menyampaikan apresiasi atas langkah inovatif yang dilakukan ITERA dalam menghadirkan Smart BRT sebagai model awal transportasi berbasis teknologi di kota ini.

Menurutnya, kehadiran Smart BRT bukan sekadar menambah alternatif moda transportasi, melainkan menjadi sinyal kuat perubahan menuju sistem transportasi yang lebih modern, efisien, dan terintegrasi.

“Ini adalah sebuah prototipe dengan teknologi yang ada. Masyarakat yang tadinya terbiasa membayar secara tunai, kini mulai diarahkan ke sistem non-tunai. Secara perlahan, ini akan membentuk kebiasaan baru, bukan hanya dalam metode pembayaran, tetapi juga dalam penggunaan transportasi umum,” ujar Agus usai RDP, Rabu (29/4/2026).

Ia menilai, inovasi yang dihadirkan melalui Smart BRT Itera berpotensi mengubah kultur masyarakat yang selama ini masih sangat bergantung pada kendaraan pribadi. Perubahan tersebut, kata dia, menjadi kunci dalam mengurai persoalan kemacetan sekaligus meningkatkan efisiensi mobilitas warga.

Meski demikian, Komisi III DPRD mengingatkan bahwa tanggung jawab utama dalam pengembangan transportasi publik tetap berada di tangan pemerintah daerah. Oleh karena itu, kehadiran Smart BRT Itera dipandang sebagai proyek percontohan yang dapat dijadikan referensi dalam penyusunan kebijakan transportasi ke depan.

“Kami tentu mengapresiasi apa yang telah dilakukan ITERA. Namun pada prinsipnya, penyediaan transportasi publik adalah tanggung jawab pemerintah. Prototipe ini sangat baik untuk dijadikan pilot project dalam menciptakan sistem transportasi yang berkelanjutan di Bandar Lampung,” jelasnya.

Lebih jauh, Agus juga melihat peluang besar pengembangan transportasi publik berbasis energi ramah lingkungan di Bandar Lampung. Seiring perkembangan teknologi, penggunaan kendaraan berbasis listrik dinilai bukan lagi hal yang mustahil untuk direalisasikan.

“Ke depan sangat memungkinkan kita memiliki transportasi umum berbasis listrik yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Ini tentu akan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat,” tambah Agus Djumadi.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Djumadi mengungkapkan bahwa sejak awal tahun 2026, pihaknya telah mendorong Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Perhubungan untuk segera menyusun masterplan transportasi publik dan manajemen lalu lintas yang komprehensif.

Menurutnya, kebutuhan akan rekayasa lalu lintas di Bandar Lampung sudah mendesak, mengingat perkembangan jumlah kendaraan yang tidak diimbangi dengan sistem transportasi yang memadai.

“Kami sudah mengajak Pemkot, khususnya Dishub, untuk menyusun masterplan transportasi publik dan manajemen lalu lintas. Karena rekayasa lalu lintas di kota ini sudah cukup lama tidak dilakukan secara menyeluruh,” ungkapnya.

Namun demikian, ia mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama dalam merealisasikan rencana tersebut pada tahun berjalan. Meski begitu, DPRD memastikan komitmennya untuk terus mendorong agar program tersebut dapat diimplementasikan, baik melalui anggaran perubahan maupun pada tahun anggaran 2027 mendatang.

Menutup pernyataannya, Agus mengajak masyarakat untuk mulai memanfaatkan layanan Smart BRT Itera yang telah tersedia. Ia berharap, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini.

“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Smart BRT yang sudah beroperasi. Gunakan layanan ini sebaik mungkin, meskipun saat ini jam operasionalnya masih terbatas,” pungkasnya.

Dengan mulai beroperasinya Smart BRT Itera, DPRD Kota Bandar Lampung berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan transportasi publik semakin meningkat. Kehadiran layanan ini juga diharapkan menjadi fondasi awal dalam mewujudkan sistem transportasi perkotaan yang modern, efisien, dan berkelanjutan di masa depan. (***)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved