“Iya, Bi. Aku bersyukur. Setidaknya kita tidak punya utang. Tapi terkadang aku sedih. Aku sudah bekerja sebulan penuh, pulang-pergi setiap hari, berusaha memenuhi tanggung jawab, tetapi tetap belum mampu mencukupi semua kebutuhan keluarga.”
Febi menggenggam tangan suaminya.
“Jangan menyalahkan dirimu sendiri, Mas. Aku tahu kamu sudah berusaha.”
“Tapi aku ini kepala keluarga, Bi. Aku ingin anak-anak makan dengan cukup. Aku ingin mereka sekolah tanpa kekurangan. Aku ingin kalau mereka sakit, kita tidak perlu bingung mencari uang. Aku ingin sesekali mengajak mereka pergi, membelikan sesuatu yang mereka inginkan, tanpa harus menghitung apakah uang belanja masih tersisa.”
Suara Andi mulai bergetar.
“Aku tidak ingin kaya raya, Bi. Aku cuma ingin gajiku cukup.”
Febi menunduk. Air matanya jatuh perlahan.
Ia tahu suaminya tidak sedang meminta kemewahan. Andi hanya ingin hasil kerja kerasnya cukup untuk membuat keluarganya hidup dengan tenang.
“Kadang aku juga merasa bersalah, Mas,” ujar Febi. “Kalau ada kebutuhan anak, aku pikirkan. Kalau uang belanja menipis, aku berusaha menghemat. Kalau aku ingin membeli sesuatu untuk diriku sendiri, aku tunda. Tapi tetap saja, selalu ada kebutuhan yang belum terpenuhi.”
Andi meraih tangan istrinya lebih erat.
Berikan Komentar
Ketika Seorang Ayah Bekerja Sebulan Penuh, tetapi Tetap Tak...
259
Lampung Selatan
890
Polinela
1073
258
25-Oct-2026
258
25-Oct-2026
433
25-Oct-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia