“Aku takut, Bi. Takut suatu hari anak-anak bertanya kenapa mereka tidak bisa mendapatkan apa yang dimiliki teman-temannya. Aku takut tidak mampu memberikan masa kecil yang baik untuk mereka.”
Febi memeluk suaminya.
“Mas, kita mungkin tidak bisa memberikan semuanya. Tapi kita bisa memberikan kasih sayang, pendidikan, dan mengajarkan mereka untuk tidak menyerah. Kita akan terus berusaha.”
Di pelukan itu, Andi akhirnya membiarkan air matanya jatuh. Bukan karena ia tidak mau bekerja lebih keras, melainkan karena ia sudah berusaha dan masih merasa belum cukup.
Ada kelelahan yang tidak bisa diceritakan kepada atasan. Ada kecemasan yang tidak bisa dibagikan kepada anak-anak. Ada beban yang dipikul seorang ayah dalam diam karena ia merasa harus selalu terlihat kuat.
Beberapa saat kemudian, Andi kembali melihat daftar pengeluaran di ponselnya.
Beras, lauk-pauk, listrik, internet, air minum, bensin, pendidikan anak, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Tidak ada liburan mewah. Tidak ada barang mahal. Tidak ada pesta.
Hanya kebutuhan hidup.
Namun, semuanya membutuhkan uang.
“Besok aku akan mencoba mencari pekerjaan tambahan, Bi,” kata Andi. “Aku tidak ingin kita terus kekurangan.”
Berikan Komentar
Ketika Seorang Ayah Bekerja Sebulan Penuh, tetapi Tetap Tak...
262
Lampung Selatan
890
Polinela
1073
261
25-Oct-2026
258
25-Oct-2026
434
25-Oct-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia