Malam itu, mereka tidak sedang bertengkar tentang uang. Mereka sedang berhadapan dengan kenyataan bahwa dua orang yang saling mencintai dan sama-sama berjuang pun bisa kelelahan ketika penghasilan tidak mampu mengejar kebutuhan hidup.
Dari kamar sebelah terdengar suara salah seorang anak mereka yang bergerak dalam tidurnya.
Andi menoleh.
“Bi, anak-anak tidak boleh tahu kita sedang sesulit ini, ya. Aku tidak ingin mereka merasa menjadi beban.”
Febi menggeleng.
“Anak-anak bukan beban, Mas. Mereka alasan kita terus berjuang.”
Andi terdiam. Matanya memandang pintu kamar yang tertutup.
Ia membayangkan anak-anaknya tumbuh besar, belajar, bermain, dan bermimpi tentang masa depan. Mereka belum mengerti mengapa orang tuanya terkadang menolak permintaan kecil, mengapa tidak setiap keinginan bisa dipenuhi, atau mengapa ayah dan ibunya sering membicarakan uang ketika malam tiba.
Mereka hanya tahu bahwa ayahnya pergi bekerja setiap pagi dan ibunya selalu berusaha menyediakan kebutuhan mereka.
Andi mengusap matanya.
Berikan Komentar
Ketika Seorang Ayah Bekerja Sebulan Penuh, tetapi Tetap Tak...
261
Lampung Selatan
890
Polinela
1073
259
25-Oct-2026
258
25-Oct-2026
434
25-Oct-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia