Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Gali Fine Robusta Lampung, Empat Pakar Bicara di Coffee Business Meeting
Lampungpro.co, 02-Aug-2017

Amiruddin Sormin 1905

Share

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Peternakan dan Perkebunan membuat gebrakan dalam meningkatkan pamor kopi robusta dengan menghadirkan empat pakar kopi nasional dan internasional. Keempat pakar ini bicara di ajang Coffee Business Meeting yang berlangsung Bandar Lampung dan Liwa, Lampung Barat, 2-4 Agustus 2017.

Keempat pakar tersebut yakni Karjo Matajat (quality grader robusta), Pranoto Soenarto (ahli kopi internasional) Moelyono Soesilo (eksportir, CEO Taman Delta Indonesia), dan Muhammad Aga (barista berprestasi, pemilik Coffee Smith). Acara ini merupakan rangkain peringhatan Hari Kopi Internasional yang dipusatkan di Lampung pada 1 Oktober 2017.

Menurut Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo sejatinya Lampung adalah garda terdepan dalam mempromosikan fine robusta ke penikmat kopi. Kalau tidak diperkenalkan dan ditawarkan, tentu konsumen tak akan tahu fine robusta yang nikmat, ujar Gubernur Ridho.

Gubernur Ridho yang juga penikmat kopi Lampung itu mengingatkan, peran barista jadi bagian sentral promosi. Para barista juga harus diberikan edukasi bagaimana menyeduh fine robusta. Ini penting diperhatikan, sebagai rangkaian upaya peningkatan kualitas kopi robusta, kata Ridho Ficardo.

Terkait kegiatan ini, Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Lampung, Dessy Desmaniar Romas, mengatakan even ini diharapkan dapat memutus mata rantai pasar. "Petani bisa kontak langsung dengan pembeli. Ini tak hanya meningkatkan posisi tawar petani, sekaligus kesempatan petani belajar mengetahui selera dan kebutuhan pembeli. Sehingga hukum pasar pun berlaku, produk yang berkualitas, pada akhirnya yang dicari dan dibutuhkan konsumen," kata Dessy.

Menurut Karjo Matajat, proses robusta menjadi fine robusta tidak mudah dan menantang. Khususnya pada edukasi kepada petani tentang cara bertanam kopi yang baik. Mulai cara bertani yang penuh kecermatan, ketika panen, juga hanya dipetik biji kopi yang merah dan mulus, dan proses penyortiran yang lumayan detil.

"Tantangannya bagaimana menghasilkan cita rasa robusta yang nikmat, muncul karakter coklat, kacang-kacangan, dan tidak terlalu strong atau pahit. Cepat atau lambat fine robusta, akan memberikan tempat tersendiri di pasar penikmat kopi, khususnya di indusri hilir," kata Karjo.

Bagi Muhammad Aga, varian robusta grade specialty atau di kalangan penikmat kopi dikenal dengan fine robusta menyuguhkan cita rasa istimewa yang tak kalah dengan jenis kopi lain. "Ini kopi istimewa lantaran berani memberikan rasa berbeda dari cita rasa Robusta yang selama ini dikenal yakni pahit, dan variasi rasa yang sedikit jika dibandingkan dengan Arabika. Makanya, tak heran, robusta banyak digunakan sebagai blend dan dominan diserap di industri kopi kemasan," kata Aga.

Lampung merupakan penghasil kopi robusta yang diperhitungkan di Tanah Air dan andalan ekspor. "Sebenarnya, gairah meningkatkan kualitas cita rasa Robusta di Lampung mulai sejak dua tahun lalu. Berawal dari kegiatan kontes kopi yang rajin diikuti pegiat kopi Lampung hingga menciptakan kebutuhan pasar. Meski volumenya tidak banyak, tetapi cukup memberikan gairah bagi pebisnis kopi khususnya di industri hilir seperti kafe, kedai kopi, dan roastery yang komit memproduksi fine robusta," kata Didi Harry Librianto, pemilik De Lampung Coffee.

Sebagian dari pebisnis kopi yang rata-rata memiliki kafe, kata Didi, membina langsung petani kopi di sejumlah daerah di Lampung, seperti Tanggamus, Sumber Jaya, Air Tebu, Ulubelu, Liwa, dan sebagainya. Dr Coffee misalnya, membina langsung petani di Sumber Jaya. Buyer tersebar di berbagai daerah di Indonesia. (PRO1)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16665


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved