Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Prabowo Ingin Olah Singkong dan Tebu Jadi Bensin, Begini Tanggapan Badan Riset dan Inovasi Nasional
Lampungpro.co, 03-Mar-2024

Amiruddin Sormin 331

Share

Ilustrasi Prabowo Subianto dan singkong. ISTIMEWA

JAKARTA (Lampungpro.co):Menteri PertahananPrabowo Subiantopada pekan ini mencuri perhatian karena mengatakan bahwasingkongdan tebu akan diolah menjadietanoldan karenanya ketergantungan pada bahan bakar minyak impor akan berkurang. Tetapi para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan ambisi Prabowo itu terkendala kenyataan bahwa produksi singkong nasional belum cukup untuk menutup kebutuhan dalam negeri.

Kepala Pusat Riset Tanaman Pangan BRINYudhistira Nugrahamengatakan singkong termasuk tanaman yang menghasilkan pati tinggi dan dapat dikonversi menjadi etanol. Tapi sayang saat ini, Indonesia masih mengimpor singkong dari luar negeri.

"Indonesia masih harus mengimpor singkong dari luar negeri utamanya untuk kebutuhan bahan baku industri dan pangan," kata Yudhistira di Jakarta, seperti dikutip Suara.com (jaringan media Lampungpro.co), Sabtu (2/3/2024).

Strategi untuk menjadikan singkong sebagai bahan biofuel, kata dia, harus didahului dengan meningkatkan produksi singkong nasional. Menurut Yudhistira, perlu ada lahan khusus untuk dijadikan sebagai kebun energi, sehingga tidak mengganggu peruntukan singkong sebagai bahan pangan.
Outlook Ubi Kayu Tahun 2020 yang diterbitkan oleh Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian menyebutkan luas panen ubi kayu di Indonesia selama kurun waktu tahun 1980 hingga 2019 cenderung mengalami penurunan. Laju pertumbuhan rata-rata turun sebesar 1,76% per tahun. Pada 1980 luas panen 1,41 juta hektare menjadi 0,63 juta hektare pada 2019.

Adapun perkembangan produksi ubi kayu di Indonesia periode 1980-2019 secara umum berfluktuasi dengan kecenderungan mengalami peningkatan. Angka perkembangan produksi ubi kayu selama empat dekade tersebut meningkat rata-rata hanya sebesar 0,66% per tahun. Tingkat produktivitas sebanyak 155,58 kubik per tahun.

Sebelumnya, saat berpidato di acara wisuda Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/2/2024), Prabowo yang juga calon presiden dari Partai Gerindra mengatakan Indonesia dapat mencapai swasembada energi terbarukan dalam waktu singkat jika mampu mengolah singkong dan tebu menjadi etanol.

"Kita nanti green energy dan kita akan swasembada energi bensin, dari mana? Dari etanol. Etanol dari mana? Dari tebu dan singkong," kata Prabowo ketika itu.

Prabowo yang juga mantan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu mengatakan pengolahan singkong dan tebu menjadi etanol itu bisa meniru keberhasilan pemerintah mengolah sawit menjadi bahan bakar biodiesel yang kini digunakan di Tanah Air.

"Kita sudah bisa bikin B100, artinya biodiesel dari kelapa sawit 100 persen. Bisa kita bayangkan enggak? Kita tidak akan impor lagi solar dari luar negeri, karena kita punya produksi kelapa sawit sekarang 48 juta ton,' tegas Prabowo yang untuk sementara memimpin perhitungan suara Pilpres di KPU. (***)

Editor Amiruddin Sormin

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Sepak Bola, Cara Hebat Pemimpin Menghibur Rakyat

Boleh saja menghujat kita dijajah Belanda selama 350 tahun....

220


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved