Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Gerhana Bulan 28 Juli Terlama di Abad 21, Yuk Lihat ke Itera Lampung
Lampungpro.co, 23-Jul-2018

Amiruddin Sormin 1639

Share

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Setelah Gerhana Bulan Total (GBT) langka yang
bertepatan dengan supermoon dan bluemoon pada 31 Januari 2018, warga planet bumi kembali disuguhkan dengan GBT langka. Apa keistimewaan GBT Juli ini dibandingkan dengan Januari lalu?

Nih, menurut Kepala Observatorium Astronomi Institut Tekologi Sumatea (Itera) Lampung, Hakim Luthfie Malasan, keistimewaan GBT kali ini, terjadi saat posisi bulan berada di titik terjauh dengan Bumi (apogee), sehingga Bulan akan tampak lebih kecil. "Ini menyebabkan lama gerhana lebih panjang yaitu 1 jam 43 menit. Durasi ini akan menjadi durasi gerhana terpanjang di abad ke-21," kata Hakim, kepada Lampungpro.com, Senin (23/7/2018).

Keistimewaan lainnya, GBT bersamaan dengan terjadinya oposisi Mars. Posisi Matahari-Bumi-Mars berada pada satu garis lurus di bidang Tata Surya yang menyebabkan Mars berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi. Mars akan terlihat kemerahan di arah selatan Bulan Purnama.

Saat oposisi, piringan Mars akan tampak lebih besar dan jadi lebih terang bagi pengamat di Bumi. "Tapi, perbesarannya juga tidak akan signifikan jika hanya dilihat dengan mata telanjang. Tanpa teleskop, Mars tetap tampak sebagai titik merah terang di langit malam. Mars terbit di rasi Capricorn setelah Matahari terbenam dan bisa diamat sepanjang malam sampai fajar," kata Hakim yang lama bekerja di Observatorium Bosscha Bandung itu.

Tak kalah istimewanya, GBT ini berbarengan dengan fenomena puncak hujan meteor Delta Aquarid yang dapat dilihat pada arah rasi bintang Aquarius. Puncak hujan meteor ini berlangsung mulai Sabtu dini hari sampai Matahari terbit. Sebanyak 20 meteor per jam akan melesat dari arah rasi Aquarius di puncak langit. Delta Aquarid yang mestinya terganggu cahaya bulan purnama, malah menjadi ideal karena Bulan akan bercahaya merah temaram selama gerhana.

Nah, bagi kamu yang ingin menyaksikan fenomena langka itu, Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengamati GBT dan benda langit lainnya menggunakan teleskop yang terdapat di Observatorium. Selain itu, pengunjung diberikan penjelasan mengenai objek yang teramati, instrumen yang digunakan, dan informasi lainnya mengenai perkembangan Astronomi.

Kegiatan ini diadakan pada 27-28 Juli 2018 dari pukul 20.00-06.00 WIB dan terbuka untuk umum. Untuk informasi pendaftaran, silahkan hubungi sekretariat OAIL. Untuk informasi selanjutnya dapat dilihat di laman http://iao-essecs.itera.ac.id/. (PRO1)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16354


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved