BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Setelah Gerhana Bulan Total (GBT) langka yang
bertepatan dengan supermoon dan bluemoon pada 31 Januari 2018, warga planet bumi kembali disuguhkan dengan GBT langka. Apa keistimewaan GBT Juli ini dibandingkan dengan Januari lalu?
Nih, menurut Kepala Observatorium Astronomi Institut Tekologi Sumatea (Itera) Lampung, Hakim Luthfie Malasan, keistimewaan GBT kali ini, terjadi saat posisi bulan berada di titik terjauh dengan Bumi (apogee), sehingga Bulan akan tampak lebih kecil. "Ini menyebabkan lama gerhana lebih panjang yaitu 1 jam 43 menit. Durasi ini akan menjadi durasi gerhana terpanjang di abad ke-21," kata Hakim, kepada Lampungpro.com, Senin (23/7/2018).
Keistimewaan lainnya, GBT bersamaan dengan terjadinya oposisi Mars. Posisi Matahari-Bumi-Mars berada pada satu garis lurus di bidang Tata Surya yang menyebabkan Mars berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi. Mars akan terlihat kemerahan di arah selatan Bulan Purnama.
Saat oposisi, piringan Mars akan tampak lebih besar dan jadi lebih terang bagi pengamat di Bumi. "Tapi, perbesarannya juga tidak akan signifikan jika hanya dilihat dengan mata telanjang. Tanpa teleskop, Mars tetap tampak sebagai titik merah terang di langit malam. Mars terbit di rasi Capricorn setelah Matahari terbenam dan bisa diamat sepanjang malam sampai fajar," kata Hakim yang lama bekerja di Observatorium Bosscha Bandung itu.
Tak kalah istimewanya, GBT ini berbarengan dengan fenomena puncak hujan meteor Delta Aquarid yang dapat dilihat pada arah rasi bintang Aquarius. Puncak hujan meteor ini berlangsung mulai Sabtu dini hari sampai Matahari terbit. Sebanyak 20 meteor per jam akan melesat dari arah rasi Aquarius di puncak langit. Delta Aquarid yang mestinya terganggu cahaya bulan purnama, malah menjadi ideal karena Bulan akan bercahaya merah temaram selama gerhana.
Nah, bagi kamu yang ingin menyaksikan fenomena langka itu, Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengamati GBT dan benda langit lainnya menggunakan teleskop yang terdapat di Observatorium. Selain itu, pengunjung diberikan penjelasan mengenai objek yang teramati, instrumen yang digunakan, dan informasi lainnya mengenai perkembangan Astronomi.
Kegiatan ini diadakan pada 27-28 Juli 2018 dari pukul 20.00-06.00 WIB dan terbuka untuk umum. Untuk informasi pendaftaran, silahkan hubungi sekretariat OAIL. Untuk informasi selanjutnya dapat dilihat di laman http://iao-essecs.itera.ac.id/. (PRO1)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16354
EKBIS
8994
Bandar Lampung
6321
295
04-Apr-2025
253
04-Apr-2025
233
04-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia