Sebelum menggunakan bed dryer, kelompok tani membutuhkan waktu sekitar 15 hari untuk mengeringkan gabah dengan kapasitas 20 ton. Lamanya proses tersebut dinilai berpengaruh terhadap kualitas hasil panen.
“Sebelum mendapatkan bed dryer, kami kesulitan dalam hal pengeringan. Untuk kapasitas 20 ton itu butuh waktu kurang lebih 15 hari, sehingga sangat menurunkan kualitas produksi,” ujarnya.
Sandi berharap keberadaan mesin tersebut dapat membantu kelompok tani menjaga kualitas gabah, memperluas jangkauan pemasaran, dan meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.
“Mudah-mudahan dryer ini dapat menjaga dan meningkatkan kualitas produksi tani kami agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas serta meningkatkan nilai ekonomisnya,” kata Sandi.
Melalui Program Desaku Maju, Pemprov Lampung mendorong agar hasil pertanian desa tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Penguatan proses pengeringan, pengolahan, dan pemasaran diharapkan dapat menciptakan nilai tambah sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat desa.
Berikan Komentar
Saya melepas mereka dengan bangga. Sayangnya, kebanggaan tidak otomatis...
630
297
02-Nov-2026
278
02-Nov-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia