Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Harga Singkong Anjlok, Luas Panen dan Produksi Turun Drastis, Petani Lampung Beralih Tanam Jagung
Lampungpro.co, 24-Feb-2021

Amiruddin Sormin 5380

Share

Para petani saat panen singkong di Sinar Rejeki, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, pada 10 Februari 2021. LAMPUNGPRO.CO/GUSMANTO

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Anjloknya harga singkong atau ubikayu di berbagai sentra produksi membuat luasan panen berkurang drastis. Petani beralih menanam jagung yang harganya relatif stabil.

Berdasarkan data yang dihimpun Lampungpro.co dari Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTH) Provinsi Lampung, pada Rabu (24/2/2021), luasan lahan panen tinggal 199.385 hektare (ha) pada 2019. Meskipun di 2020 angka produksi sempat naik, namun jika harga tak membaik, pada 2021 diperkirakan terus merosot. Sebelumnya lahan luasan singkong mencapai angka tertinggin pada 2014 yakni 304.468 ha.

Kemudian, turun tipis menjadi 279.337 ha (2015) dan turun lagi menjadi 247.571 ha pada 2016. Anjloknya harga singkong pada 2017 membuat petani beralih ke komoditas lain sehingga membuat luasan lahan anjlok ke angka 208.662 ha. Luasan lahan sempat terkoreksi naik menjadi 211.725 ha pada 2018, namun kembali anjlok ke 199.285 ha pada 2019.

"Kinerja luas panen ubi kayu kita turun, salah satunya pengaruh dari faktor harga ubikayu. Namun secara nasional produksi ubiayu Lampung tetap nomor satu. Petani kini banyak yang tanam jagung," kata Kepala Dinas KPTH Provinsi Lampung Kusnardi.

Produksi ubikayu Lampung pada 2019 tercatat 4,9 juta ton, naik menjadi 5,6 juta ton di 2020. Padahal sebelumnya pada 2014 sempat menyentuh angka 8 juta ton, kemudian 7,3 juta ton (2015), 6,4 juta ton (2016), 5,4 juta ton (2017), dan 5 juta ton pada 2018. 

Sentra produksi ubikayu tertinggi terdapat di Lampung Tengah yakni 1,5 juta ton, disusul Lampung Utara 959 ribu ton, Lampung Timur (891 ribu ton), Tulangbawang Barat (531 ribu ton), dan Tulangbawang (485 ribu ton). Kemudian, Way Kanan (241 ribu ton), Pesawaran (115.580 ton), Lampung Selatan (95.265 ton), dan Mesuji (24.313 ton). (PRO1)

 

 

 

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16036


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved