Ini menjadi bukti, pendekatan organik bukan sekadar tren, tapi kebutuhan jangka panjang bagi pertanian yang berkelanjutan.
Lebih jauh, PHC menjadi bagian dari strategi besar membangun kemandirian desa.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menargetkan pada tahun 2027 mendatang, 2.651 desa mampu memproduksi dan menggunakan pupuk organik cair secara mandiri. Target ini disusun bertahap, dari 500 desa pada 2025, meningkat menjadi 1.500 desa di 2026, hingga menjangkau seluruh desa di 2027.
Jika target ini tercapai, maka dampaknya tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga efisiensi biaya dan stabilitas harga. Petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasokan pupuk dari luar.
Lalu desa juga memiliki cadangan sendiri, yang menjadi sebuah langkah strategis yang selama ini jarang disentuh kebijakan daerah. Dalam konteks ekonomi, PHC juga membuka ruang baru.
Petani tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga produsen input pertanian, dan erputaran ekonomi terjadi di desa, yang tentunya dapat memperkuat daya tahan ekonomi lokal.
Namun demikian, tantangan tetap ada, di mana pendampingan teknis, konsistensi penggunaan, serta perubahan pola pikir petani menjadi kunci keberhasilan.
Peralihan dari pupuk kimia ke organik tidak bisa terjadi secara instan, sehingga dibutuhkan edukasi berkelanjutan dan bukti nyata, yang kini mulai terlihat.
Berikan Komentar
Lampung Timur
710
Tanggamus
755
263
19-Apr-2026
288
19-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia