BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Pelayanan BPJS Kesehatan dengan program kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dirasakan langsung oleh para pasien yang harus menjalani perawatan cuci darah atau hemodialisa secara rutin di rumah sakit.
Selain itu, keberadaan program JKN dari BPJS Kesehatan juga dirasakan seluruh pasien penyakit umum yang harus menjalani rawat inap dan rawat jalan di rumah sakit, karena merasa sangat terbantu tanpa harus mengeluarkan biaya apapun saat di rumah sakit.
Hal tersebut, diutarakan langsung oleh para pasien di dua rumah sakit swasta di Bandar Lampung, yakni Rumah Sakit Budi Medika dan Rumah Sakit Belleza Kedaton, di depan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung, Herman Indratmo pada Senin (27/7/2026).
Saat dikunjungi Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung, Herman Indratmo, para pasien antusias berbagi cerita tentang pengalaman mereka menggunakan layanan BPJS Kesehatan, yang selama ini pelayanannya memuaskan dan tidak ribet.
Salah satu pasien cuci darah di Rumah Sakit Budi Medika, yakni bernama Nurlela (37), mengaku bersyukur karena bisa menjalani cuci darah secara rutin, tanpa harus memikirkan biaya.
Nurlela mengakui, saat ini pelayanan BPJS Kesehatan di rumah sakit juga semakin baik, sehingga membuatnya lebih tenang menjalani pengobatan cuci darah selama dua kali dalam sepekan.
Ibu rumah tangga asal Pasar Kangkung, Bandar Lampung itu, mengaku tak pernah membayangkan harus bergantung pada mesin cuci darah di usia yang masih tergolong muda. Semuanya bermula dari tekanan darah tinggi, dan kondisinya terus memburuk, hingga akhirnya menyerang ginjal.
"Awalnya saya cuci darah di RSUD Abdul Moeloek selama tiga bulan. Namun setelah Rumah Sakit Budi Medika mulai melayani peserta BPJS Kesehatan, jadi saya memutuskan pindah, dan pelayanannya sangat bagus," kata Nurlela.
Nurlela menilai, keberadaan program JKN dari BPJS Kesehatan, sangat berguna untuk dirinya, dan menjadi penopang utama agar ia bisa terus berobat tanpa harus memikirkan biaya yang sangat besar.
Sebagai peserta JKN dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah, Nurlela tidak mengeluarkan biaya sepeser pun untuk tindakan cuci darah. Pengeluaran yang ia siapkan hanya ongkos perjalanan dari rumah menuju rumah sakit.
"Kalau berobat umum tidak punya uang, karena ini mahal biaya sekali biaya cuci darah bisa jutaan. Alhamdulillah berkat BPJS Kesehatan ini semuanya gratis, tidak keluar biaya sama sekali, pelayanannya juga ramah dan semakin bagus," ujar Nurlela.
Sementara itu, pasien cuci darah lainnya bernama Jasmin Hutabarat (56), mengakui juga sangat terbantu dengan keberadaan BPJS Kesehatan.
Depan Herman Indratmo, Jasmin juga menyampaikan apresiasinya terhadap pelayanan BPJS Kesehatan, karena seluruh proses pengobatan yang dijalani berjalan lancar tanpa dipungut biaya.
"Total sudah 20 kali saya cuci darah di Rumah Sakit Budi Medika, dan semuanya gratis. Saya sudah empat tahun jadi peserta BPJS Kesehatan, jadi saya tidak khawatir terhadap besarnya biaya pengobatan," ungkap Jasmin.
Terpisah, salah satu pasien rawat inap di Rumah Sakit Belleza Kedaton bernama Novi Rosanti (44), merasa kaget dan takjub, karena pelayanan BPJS Kesehatan sekarang sangat dipermudah.

Sebelum itu, Novi merasa khawatir terhadap stigma yang beredar di tengah masyarakat, yang ribet saat berobat menggunakan pelayanan BPJS Kesehatan.
"Saya kira pakai BPJS itu administrasinya ribet, seperti yang dibicarakan di luaran sana. Ternyata cuma diminta NIK saja, semuanya dipermudah, dan pelayanannya juga bagus," sebut Novi di depan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung.
Pengalaman yang semula ia bayangkan rumit ternyata jauh berbeda, sebab saat ia menjalani perawatan, sesampainya di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), petugas hanya meminta NIK, kemudian seluruh proses pemeriksaan berjalan cepat.
"Dari IGD itu, saya langsung diproses dan dilayani dengan baik, bahkan saya bisa langsung USG dan rontgen, untuk mengecek kondisi badan. Saya tidak perlu fotokopi kartu atau berkas lain, alhamdulillah semuanya dipermudah dan dilayani dengan baik," ujar Novi.
Novi juga mengakui tidak pernah merasa diperlakukan berbeda dengan pasien umum, karena menggunakan BPJS Kesehatan. Semua dilayani seimbang, tanpa ada pilah-pilih dari pihak rumah sakit.
Pengalaman serupa juga turut dirasakan Nikesya, pelajar SMA YP Unila yang sedang menjalani rawat inap karena penyakit asam lambung.
Nikesya mengakui, pelayanan BPJS Kesehatan sejak proses administrasi hingga perawatan, semuanya berlangsung dengan baik dan tanpa ribet. Ia juga mengakui, tidak pernah merasa rendah diri maupun minder karena menggunakan BPJS Kesehatan. (***)
Editor : Febri Arianto
Berikan Komentar
Lampung Selatan
908
207
28-Jul-2026
255
28-Jul-2026
330
28-Jul-2026
415
28-Jul-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia